INFOTREN.ID - Sebuah manuver kemanusiaan berskala besar baru saja diluncurkan dari pelabuhan Marseille, Prancis, dengan partisipasi armada kapal yang signifikan. Sebanyak kurang lebih 20 unit kapal dilaporkan telah meninggalkan dermaga dalam sebuah misi yang berani.

Armada kapal tersebut memiliki tujuan tunggal, yaitu menggabungkan diri dengan konsorsium internasional yang dikenal sebagai 'Global Sumud Flotilla'. Misi utama dari flotilla internasional ini adalah upaya kolektif untuk mengirimkan bantuan darurat ke Jalur Gaza yang sangat membutuhkan.

Keberangkatan ini bukan sekadar pelayaran biasa; ini adalah aksi penentangan terhadap blokade yang diberlakukan oleh Israel terhadap wilayah Gaza. Inisiatif ini menunjukkan solidaritas global yang terus mengalir meski menghadapi tantangan keamanan yang tinggi.

Suasana haru dan semangat membara terlihat jelas di lokasi keberangkatan, mencerminkan dukungan publik yang masif terhadap misi kemanusiaan ini. Ribuan warga tampak memenuhi dermaga untuk memberikan dukungan moral bagi para pelaut.

"Gaza, Marseille bersamamu," merupakan seruan lantang yang menggema di antara sekitar seribu orang yang berkumpul untuk menyaksikan pelepasan armada tersebut, dilansir dari AFP, Minggu (5/4/2026).

Keberangkatan kapal-kapal tersebut berlangsung pada sore hari, tepat setelah pukul 17.00 waktu setempat, atau pukul 15.00 GMT. Momen ini disambut dengan tepuk tangan meriah serta nyanyian penyemangat dari para pendukung.

Sebagian besar dari kapal yang berlayar tersebut merupakan jenis kapal layar, menambah nuansa simbolis pada perjalanan panjang yang akan mereka tempuh menuju perairan yang menjadi fokus konflik kemanusiaan ini.

Nama 'Global Sumud Flotilla' sendiri dipilih untuk menghormati seorang nelayan yang berasal dari Gaza, memberikan makna mendalam terkait perjuangan hidup masyarakat setempat, seperti yang dilaporkan oleh sumber berita tersebut.

"Kapal-kapal, sebagian besar kapal layar, berangkat diiringi tepuk tangan dan nyanyian tak lama setelah pukul 17.00 (15.00 GMT) untuk bergabung dengan 'Global Sumud Flotilla', yang dinamai menurut nama seorang nelayan Gaza," ujar seorang koordinator aksi, dilansir dari AFP.