INFOTREN.ID - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, memaparkan langkah strategis yang diambil perusahaan untuk menjamin ketersediaan energi nasional, baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi masyarakat.
Kesiapan pasokan untuk periode Maret ini ternyata telah disusun secara matang sejak bulan Januari lalu. Perencanaan ini mencakup seluruh kebutuhan, mulai dari hasil produksi kilang domestik hingga volume impor yang diperlukan.
Mars Ega menegaskan bahwa pengadaan bukan dilakukan mendadak, melainkan merupakan hasil perencanaan terstruktur. "Jadi sejak Januari itu Patra Niaga sudah menyiapkan perencanaan produk untuk Maret, baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang kita harus melakukan importasi sehingga enggak ujug-ujug nih ya tiba-tiba kami harus melakukan importasi di bulan Maret," katanya dalam konferensi pers di Rest Area KM 57, Cikampek, Senin (16/3/2026).
Strategi pengadaan energi oleh Pertamina Patra Niaga mengandalkan dua skema kontrak utama. Skema tersebut adalah kontrak jangka panjang (term) dan pembelian langsung di pasar terbuka (spot).
Mayoritas kebutuhan energi nasional telah diamankan melalui kontrak jangka panjang yang telah ditandatangani sebelumnya. Hal ini menjadi benteng pertahanan utama perusahaan menghadapi ketidakpastian global.
Keputusan untuk mengunci porsi besar kontrak lebih awal ini merupakan langkah mitigasi risiko terhadap dinamika geopolitik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah. Fokus kini beralih ke pemantauan jadwal pengiriman agar pasokan tiba sesuai rencana di Indonesia.
"Hampir 90 sampai 95 persen itu sudah term, sudah ngelock sebetulnya. Sebelum kejadian-kejadian geopolitik di Timur Tengah, kita sudah lock pengadaan tersebut sehingga saat ini kami memonitor deliverynya, gitu," tutur Mars Ega.
Terkait ketahanan stok, proses pengisian ulang energi dilakukan secara berkelanjutan, menciptakan sistem yang dinamis. Stok yang disiapkan pada bulan tertentu akan segera diisi kembali pada bulan berikutnya.
Mars Ega menjelaskan bahwa stok nasional saat ini berada pada level yang aman, yakni di atas batas aman 21 hari. Namun, angka ini terus bergerak karena adanya pengisian ulang dan penambahan pasokan secara simultan.

