INFOTREN.ID - Manajemen operasional bandara di seluruh Indonesia tengah bersiap menghadapi lonjakan signifikan pergerakan penumpang menjelang hari raya. InJourney Airports telah melakukan pemetaan dan analisis mendalam terkait potensi kepadatan selama periode mudik Lebaran tahun 2026 mendatang.
Berdasarkan proyeksi terbaru yang dirilis oleh holding pariwisata ini, titik puncak arus mudik dipastikan jatuh pada tanggal 18 Maret. Tanggal ini menjadi fokus utama persiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di sektor penerbangan.
Prediksi angka menunjukkan bahwa pada hari puncak tersebut, total penumpang yang akan dilayani oleh 37 bandara yang berada di bawah naungan InJourney Airports mencapai estimasi 570 ribu orang. Jumlah ini merefleksikan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara saat musim libur panjang.
Untuk mengantisipasi volume penumpang yang masif tersebut, InJourney Airports menyatakan bahwa mereka tengah mengintensifkan kesiapan di semua lini operasional. Fokus utama adalah menjaga kelancaran dan kenyamanan para pemudik.
Mereka memastikan bahwa seluruh elemen layanan di bandara akan ditingkatkan ke tingkat yang paling optimal. Hal ini mencakup manajemen check-in, keamanan, hingga penanganan bagasi di seluruh fasilitas bandara.
"Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi 18 Maret dengan 570 ribu penumpang padati 37 bandara," ujar perwakilan InJourney Airports, menggarisbawahi data kunci prediksi tersebut.
Lebih lanjut, manajemen menyatakan komitmennya untuk memastikan aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama selama periode puncak mobilitas tinggi ini. Protokol keamanan akan diperketat tanpa mengorbankan efisiensi waktu tunggu penumpang.
"InJourney Airports siapkan operasional, layanan, keamanan optimal," tambah pernyataan tersebut, menegaskan bahwa persiapan komprehensif telah disusun untuk menjamin kelancaran perjalanan udara.
Seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaan InJourney diharapkan mampu beroperasi secara maksimal untuk menampung dan melayani lonjakan pergerakan domestik maupun internasional yang diperkirakan terjadi.

