INFOTREN.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah mengumumkan rencana penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama ibu kota pada hari Minggu pagi, 17 Mei 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif demi menjamin kelancaran penyelenggaraan acara lari akbar bertajuk Digiland Run 2026.

Acara olahraga lari berskala besar tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB, dengan titik fokus utama kegiatan berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan area sekitarnya. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan peserta dan efisiensi waktu acara.

Dilansir dari Megapolitan, rekayasa arus lalu lintas ini dilakukan secara spesifik bertepatan dengan digelarnya Digiland Run 2026 yang menarik banyak partisipan. Kompetisi lari ini menawarkan berbagai kategori jarak yang dapat diikuti oleh masyarakat umum.

Informasi yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Dishub DKI Jakarta, @dishubdkijakarta, menyebutkan bahwa peserta akan berkompetisi dalam kategori mulai dari 5 kilometer, 10 kilometer, hingga kategori jarak terjauh yaitu half marathon sepanjang 21 kilometer.

Sejumlah kawasan vital di pusat kota dipastikan akan mengalami penutupan dan penyesuaian jalur sementara selama pelaksanaan acara berlangsung. Area yang terdampak meliputi jalan di sekeliling GBK, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, serta jalur menuju Bundaran HI dan Senayan.

Pihak otoritas mencatat bahwa terdapat puluhan titik persimpangan jalan yang masuk dalam daftar pengalihan arus lalu lintas ini. Titik-titik tersebut tersebar mulai dari akses masuk fasilitas olahraga hingga jalan raya utama yang melintasi pusat kota Jakarta.

Beberapa titik krusial yang akan mengalami penyesuaian meliputi Pintu 10 GBK, Jalan Gerbang Pemuda, dan segmen Jalan Asia Afrika antara Simpang Hotel Mulia hingga Jalan Pintu Satu Senayan. Selain itu, Simpang Jalan Asia Afrika-Jalan Patal Senayan juga termasuk dalam zona rekayasa ini.

Dampak rekayasa ini juga menyentuh beberapa persimpangan penting lainnya, seperti Simpang Jalan Imam Bonjol-Jalan Pamekasan arah Bundaran HI dan beberapa titik di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Pengalihan juga berlaku pada Flyover Jalan Gerbang Pemuda yang mengarah ke Pintu 10 GBK.

"Masyarakat diminta untuk sebisa mungkin menghindari ruas-ruas jalan yang terkena dampak pengalihan, serta tetap mematuhi seluruh petunjuk dari petugas yang berjaga di lapangan," imbauan resmi dari Dishub DKI Jakarta. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan yang signifikan.