INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas menjelang batas waktu ultimatum terkait isu Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan yang sangat mengkhawatirkan mengenai kesiapan militer Washington.

Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menyusun rencana komprehensif untuk melumpuhkan Iran secara menyeluruh. Rencana darurat ini disebut mencakup penargetan terhadap seluruh infrastruktur vital negara tersebut.

Ancaman tersebut diperkuat dengan pernyataan bahwa operasi penghancuran total Iran dapat dieksekusi dengan kecepatan yang sangat singkat. Disebutkan bahwa seluruh target dapat dilumatkan hanya dalam rentang waktu empat jam saja.

Pernyataan keras ini disampaikan oleh Trump seiring dengan memanasnya situasi di jalur pelayaran krusial tersebut. Ultimatum pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi latar belakang utama dari ancaman destruktif yang dilontarkan oleh pemimpin AS tersebut.

Informasi mengenai kesiapan militer ini pertama kali diangkat oleh media internasional terkemuka. Isu ini terungkap berdasarkan pemberitaan media pada hari Selasa, 7 April 2026.

Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (7/4/2026), Trump secara spesifik menyebutkan jenis target yang menjadi sasaran dalam skenario terburuk tersebut. Fokus utama dari rencana ini adalah melumpuhkan konektivitas darat dan energi Iran.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Gedung Putih tersebut mengungkapkan bahwa rencana penghancuran tersebut secara eksplisit menargetkan fasilitas infrastruktur sipil. "AS memiliki rencana untuk menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran," ujar Presiden Trump.

Pernyataan ini menandakan peningkatan retorika konfrontatif yang mengindikasikan kesiapan Washington untuk mengambil tindakan militer drastis jika tuntutannya tidak dipenuhi terkait navigasi di perairan strategis tersebut.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.