INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kini mulai memberikan tekanan serius terhadap stabilitas ekonomi global, memaksa Indonesia bersiap menghadapi potensi guncangan. Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, menyerukan agar pemerintah segera mengimplementasikan langkah-langkah kontingensi untuk mengamankan kondisi nasional.

Ganjar Pranowo menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai respons terhadap pergerakan ekonomi dunia yang semakin tidak menentu. Hal ini krusial mengingat adanya potensi ancaman serius yang membayangi neraca keuangan negara.

Menurut pandangannya, terdapat tiga faktor utama yang mendesak pemerintah untuk bergerak cepat dalam menjaga stabilitas domestik. Faktor-faktor tersebut meliputi perubahan asumsi dasar ekonomi, ancaman keadaan darurat atau potensi krisis global, serta risiko pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2026.

"Secepatnya pemerintah bicara dengan DPR karena asumsi dasar sudah berubah, keadaan darurat, potensi krisis global, dan potensi pelebaran defisit," kata Ganjar kepada jurnalis, saat dihubungi pada Senin (16/3/2026).

Mantan calon Presiden pada Pilpres 2024 ini menegaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi ujian berat yang membutuhkan kepemimpinan dengan visi kuat dan keberanian dalam mengambil kebijakan. Ia mendorong agar pemerintah tidak ragu mengambil keputusan besar, meskipun mungkin tidak populer di mata masyarakat saat ini.

Pemerintah didorong untuk melakukan tinjauan ulang terhadap semua program yang berjalan, mengidentifikasi mana yang tidak mendesak, dan mengalihkan fokus anggaran ke sektor-sektor yang dianggap paling prioritas untuk ketahanan negara.

"Ujian berat ini harus dilalui dengan keberanian mengambil keputusan

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Idntimes. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.