INFOTREN.ID - Penyakit jantung dan diabetes, yang seringkali diasosiasikan dengan kelompok usia lanjut, kini menunjukkan tren peningkatan kasus pada usia produktif. Fenomena ini menjadi perhatian serius di kalangan tenaga medis dan masyarakat.
Pergeseran paradigma ini terlihat jelas dengan banyaknya individu usia produktif yang mengalami serangan jantung fatal. Seringkali, hal ini dipicu oleh kurangnya kesadaran atau ketidaktahuan mengenai riwayat penyakit kronis dalam keluarga.
Reza Anindita Ramadhan, seorang pria berusia 38 tahun yang berdomisili di Tangerang Selatan, menjadi salah satu contoh nyata dari fenomena tersebut. Ia tidak pernah membayangkan bahwa rutinitas hariannya yang tampak normal dapat mengancam nyawanya.
Kehidupan Reza mendadak berubah ketika ia didiagnosis menderita penyakit jantung yang memerlukan tindakan medis serius. Kondisi ini mengejutkannya karena ia merasa tidak memiliki gejala signifikan sebelumnya.
"Saya tidak pernah menyangka akan mengalami hal seperti ini di usia saya yang masih produktif," ujar Reza Anindita Ramadhan.
Penyebab utama dari kondisi Reza ternyata berkaitan erat dengan diabetes yang tidak terdeteksi sebelumnya. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama tanpa penanganan dapat merusak pembuluh darah jantung.
"Diabetes yang tidak terkontrol adalah silent killer yang bisa merusak organ vital tanpa disadari," jelasnya.
Akibatnya, Reza terpaksa menjalani prosedur pemasangan ring jantung untuk mengatasi penyumbatan pada pembuluh darahnya. Tindakan ini bertujuan untuk memulihkan aliran darah ke otot jantung.
"Proses pemasangan ring ini adalah langkah penting untuk menjaga kelangsungan hidup saya," ungkap Reza.