INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah terus menjadi sorotan utama dunia internasional saat ini. Fokus utama tertuju pada potensi konflik terbuka antara poros Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Republik Islam Iran.
Situasi yang kian memanas ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai dampak jangka panjangnya terhadap stabilitas global. Pihak-pihak terkait sedang mengamati dengan seksama bagaimana dinamika ini dapat berkembang lebih lanjut.
Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara mengenai potensi konsekuensi yang mungkin timbul dari eskalasi konflik di wilayah tersebut. Ia menekankan betapa sulitnya memprediksi skala kehancuran yang mungkin terjadi.
Menurut pandangan Kremlin, jika konflik bersenjata benar-benar pecah, dampaknya diperkirakan akan meluas jauh melampaui batas geografis Timur Tengah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan komunitas internasional.
Seperti dilansir Reuters pada hari Jumat, 27 Maret 2026, Putin secara eksplisit menyebutkan perbandingan yang telah mulai beredar di kalangan analis mengenai potensi dampak perang tersebut. Perbandingan tersebut menunjuk pada salah satu peristiwa kesehatan global terbesar dalam sejarah modern.
"Beberapa pihak telah membandingkan potensi dampak perang AS-Israel melawan Iran dengan pandemi COVID-19 yang melumpuhkan dunia sekitar enam tahun lalu," ujar Presiden Rusia tersebut.
Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan yang dilihat Moskow dalam perkembangan militer di Timur Tengah. Pandemi COVID-19 sendiri telah menunjukkan bagaimana krisis kesehatan dapat mengguncang fondasi ekonomi dan sosial seluruh planet.
Lebih lanjut, Putin menegaskan bahwa prediksi mengenai tingkat keparahan dampak dari konflik bersenjata tersebut tidak bisa dianggap remeh. Konsekuensi yang diperkirakan bisa menyamai dampak pandemi tersebut menuntut kehati-hatian ekstra dari semua aktor global.
"Konsekuensi perang AS-Israel melawan Iran diperkirakan bisa sama seriusnya dengan dampak pandemi COVID-19 secara global," kata beliau.