INFOTREN.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memanas menyusul pernyataan keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai sumber daya energi Iran. Isyarat ini muncul bersamaan dengan pengerahan tambahan pasukan militer AS ke wilayah tersebut.

Langkah militer ini merupakan bagian dari strategi perluasan kehadiran pasukan Amerika Serikat di tengah konflik yang diklaim telah memasuki bulan kedua melawan Teheran. Pengerahan ribuan tentara tambahan ini menandakan peningkatan serius dalam operasi militer AS di kawasan tersebut.

Secara spesifik, Trump menargetkan aset energi strategis Iran, termasuk mengancam akan mengambil alih kekayaan minyak negara tersebut. Pernyataan ini menciptakan kekhawatiran baru mengenai stabilitas pasokan energi global.

Fokus utama dari ancaman ini adalah Pulau Kharg, yang merupakan pusat vital bagi seluruh kegiatan ekspor minyak Republik Islam Iran. Penguasaan atas pulau tersebut akan melumpuhkan kemampuan ekspor energi negara tersebut secara signifikan.

Pernyataan provokatif ini disampaikan oleh Trump dalam sebuah sesi wawancara eksklusif dengan media massa internasional. Wawancara tersebut dipublikasikan pada hari Minggu, 29 Maret waktu setempat, menjadi sorotan utama dunia.

"Sejujurnya, hal favorit [yang ingin dilakukan] adalah mengambil minyak di Iran," kata Donald Trump saat diwawancarai oleh Financial Times. Kutipan ini menggarisbawahi niat eksplisitnya mengenai dominasi sumber daya energi Iran.

Perlu diketahui bahwa pernyataan ini disampaikan ketika dinamika militer sedang tinggi, di mana ribuan personel tambahan AS baru saja tiba di Timur Tengah. Informasi mengenai pernyataan ini pertama kali disebarluaskan pada Senin (30/3/2026), dilansir dari TRT World.

Selain fokus pada minyak secara umum, Trump secara tersirat mengisyaratkan potensi tindakan langsung terhadap infrastruktur kritis. Hal ini termasuk kemungkinan upaya Amerika Serikat untuk merebut Pulau Kharg, jantung ekspor minyak Iran.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.