INFOTREN.ID - Sebuah inisiatif penting telah diluncurkan untuk mendukung pengembangan industri perfilman nasional dengan fokus pada generasi muda. Program ini merupakan hasil kemitraan antara London School of Public Relations (LSPR) dan Kampung Sinema, yang diberi nama 'Lensa Sinema Melati'.

Program ini secara spesifik dirancang untuk memberikan kesempatan praktis bagi mahasiswa dan sineas muda Indonesia agar dapat mengasah kemampuan mereka di lapangan. Tujuan utamanya adalah menjembatani kesenjangan antara teori akademis dengan kebutuhan nyata dalam produksi film profesional.

Hal ini menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga profesional di bidang sinema yang memiliki bekal keterampilan teknis dan artistik yang mumpuni. Kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang siap pakai di industri kreatif.

Fokus utama dari penyelenggaraan 'Lensa' ini adalah memberikan pengalaman langsung dalam proses pembuatan film. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi langsung terlibat dalam tahapan pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi sebuah karya sinema.

Dikutip dari LSPR, program ini merupakan wujud nyata implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di ranah seni dan produksi media. Hal ini memungkinkan sivitas akademika mendapatkan pengalaman industri yang relevan selama masa perkuliahan mereka.

"Program ini merupakan sebuah implementasi nyata dari MBKM yang kami lakukan bersama Kampung Sinema, di mana para mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di lapangan," ujar Dr. Andre Irawan selaku Wakil Rektor III LSPR.

Dr. Andre Irawan juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan komunitas praktisi dalam menghasilkan lulusan yang kompetitif. Kemitraan ini diharapkan menjadi model bagi kolaborasi serupa di masa depan untuk sektor kreatif lainnya.

"Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak lagi mahasiswa yang dapat merasakan manfaat langsung dari program ini," tambah Dr. Andre Irawan.

Melalui kurikulum yang terstruktur, peserta akan dibimbing oleh para profesional yang sudah berpengalaman di industri film. Pendekatan ini memastikan bahwa pengetahuan yang diserap peserta relevan dan sesuai dengan standar industri terkini.