INFOTREN.ID - Pengejaran panjang selama tujuh bulan oleh Kepolisian Australia akhirnya mencapai titik akhir dramatis. Aparat keamanan berhasil menembak mati seorang pria yang menjadi buronan utama kasus pembunuhan dua petugas polisi di negara tersebut.

Pelaku yang menjadi target utama operasi besar ini diketahui bernama Desmond Freeman. Ia menjadi sosok yang paling dicari setelah serangkaian peristiwa tragis yang terjadi beberapa waktu lalu.

Desmond Freeman menghilang ke dalam hutan belantara Australia sejak Agustus 2025. Pelarian ini dimulai setelah ia melakukan aksi penembakan fatal terhadap dua orang petugas kepolisian di sebuah properti yang terletak di wilayah pedesaan negara bagian Victoria.

"Pria yang ditembak itu sempat buron selama tujuh bulan," menggarisbawahi durasi perburuan intensif yang dilakukan oleh pihak berwenang. Periode tujuh bulan ini menandai upaya besar kepolisian dalam menegakkan hukum.

Selama hampir tiga perempat tahun, pasukan kepolisian telah bekerja tanpa lelah mengejar jejak Freeman. Medan yang terjal dan sulit di wilayah tersebut menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian ini.

Upaya pencarian ini dilaporkan sebagai salah satu operasi perburuan terbesar yang pernah dilaksanakan di Australia. Petugas mengerahkan sumber daya yang sangat signifikan untuk melacak keberadaan sang buronan.

Informasi mengenai akhir dari pelarian Desmond Freeman ini dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Tindakan penembakan tersebut merupakan klimaks dari operasi penangkapan yang penuh risiko di lapangan.

"Dilansir AFP, Senin (30/3/2026), buronan tersebut bernama Desmond Freeman," mengonfirmasi identitas pelaku yang menjadi pusat perhatian publik dan media selama ini. Tanggal ini menjadi penanda berakhirnya pelarian tersebut.

Peristiwa penembakan yang memicu pelarian ini terjadi di sebuah properti pedesaan di negara bagian Victoria. Peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam bagi institusi kepolisian Australia.