INFOTREN.ID - Ketegangan diplomatik kembali memanas setelah militer Iran melontarkan bantahan keras mengenai klaim Amerika Serikat terkait operasi penyelamatan pilot jet tempur yang jatuh. Militer Teheran mengklaim bahwa upaya evakuasi yang dilakukan AS tersebut telah "benar-benar gagal."
Pernyataan balasan dari pihak Iran ini muncul sebagai respons langsung atas klaim yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump sebelumnya sempat mengumumkan bahwa perwira pilot tersebut berhasil diselamatkan dalam sebuah misi pencarian dan penyelamatan yang sukses.
Menurut informasi yang dirilis, Trump menegaskan bahwa pilot yang dimaksud berada dalam kondisi yang aman dan selamat setelah operasi tersebut rampung. Namun, pernyataan militer Iran tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status pilot tersebut, khususnya jika pilot tersebut telah ditangkap.
Berita mengenai kegagalan operasi ini disampaikan dilansir AFP pada Minggu, 5 April 2026. Klaim Iran ini secara efektif menempatkan kedua negara pada posisi saling berhadapan dalam narasi insiden penerbangan tersebut.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara dari komando pusat militer Khatam Al-Anbiya, memberikan pernyataan yang sangat tegas mengenai operasi yang diklaim AS. Ia menyoroti unsur tipu daya yang melekat pada misi tersebut menurut pandangan Iran.
"Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut itu, yang direncanakan sebagai misi penipuan dan pelarian di bandara yang ditinggalkan di selatan Isfahan dengan dalih menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh, benar-benar gagal," kata Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando pusat militer, Khatam Al-Anbiya.
Klaim kegagalan ini secara spesifik merujuk pada lokasi yang diduga menjadi titik operasi, yaitu sebuah bandara yang ditinggalkan di wilayah selatan Isfahan. Iran mengartikan upaya tersebut sebagai upaya penipuan yang didasari oleh alasan palsu.
Ketidaksesuaian antara klaim Gedung Putih dan bantahan Teheran ini menandakan adanya upaya disinformasi atau setidaknya perbedaan interpretasi mendasar mengenai hasil dari insiden penerbangan jet tempur AS tersebut.