INFOTREN.ID - Biodiesel, sebagai bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan, kini menghadapi isu krusial terkait daya tahan kualitasnya saat disimpan dalam jangka waktu tertentu.
Bahan bakar alternatif ini dihasilkan melalui proses reaksi kimia antara minyak nabati, seperti kelapa sawit, kedelai, dan jarak pagar, dengan alkohol.
Tantangan utama yang dihadapi biodiesel adalah potensi degradasi kualitasnya selama masa penyimpanan, yang dapat memengaruhi kinerjanya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, penggunaan aditif khusus menjadi solusi yang sangat penting guna menjaga stabilitas dan kualitas biodiesel.
Aditif ini berperan sebagai agen pelindung yang mencegah terjadinya perubahan kimiawi yang tidak diinginkan pada biodiesel selama disimpan.
Hal ini sangat krusial terutama bagi armada kapal yang membutuhkan pasokan bahan bakar dengan performa optimal dan konsisten.
Harga BBM Pertamina 20 Juli 2026: Pertalite, Pertamax, hingga Dex Tetap Stabil, Cek Rinciannya
Dikutip dari BISNISMARKET.COM, pengenalan aditif pada biodiesel menjadi kunci utama untuk memastikan kualitas bahan bakar hijau ini tetap terjaga.
Penggunaan aditif ini bertujuan untuk mempertahankan sifat-sifat unggul biodiesel, seperti stabilitas oksidasi dan termal, agar tidak menurun.
Dengan demikian, armada kapal dapat terus mengandalkan biodiesel sebagai sumber energi yang andal dan berkelanjutan.