Infotren Sumut, Medan - Seleksi Direktur Air Limbah di Perumda Tirtanadi Sumatera Utara kini disorot tajam Wakil Ketua Koalisi Pemerhati Indonesia Raya (KAPIR), Rahmat Situmorang.

Waka Kafir menegaskan agar jangan ada permainan kotor yang justru menodai marwah lembaga daerah. Ia menuding, aroma kepentingan kelompok dan permainan sebelah mata mulai tercium dalam proses seleksi ini.

“Jabatan strategis seperti Direktur Air Limbah jangan sampai jadi bancakan. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat. Kalau yang dipilih bukan orang yang profesional, tapi karena kedekatan dan kepentingan, maka rakyat yang akan menanggung akibatnya,” tegas Rahmat dengan nada keras.

Ia menyatakan, publik berhak tahu siapa saja yang lolos seleksi, apa dasar penilaiannya, dan bagaimana proses pengambilan keputusan dilakukan.

Ketertutupan hanya akan menimbulkan dugaan adanya intervensi politik dan permainan elit.

iklan sidebar-1

“Kalau tidak transparan, jangan salahkan publik bila muncul kecurigaan. Apalagi, isu permainan mata sudah berhembus ke luar,” katanya.

Rahmat juga memperingatkan Gubernur Sumatera Utara agar tidak membiarkan proses seleksi ini jadi ajang kompromi. Menurutnya, bila gubernur diam, masyarakat bisa saja menilai bahwa permainan itu mendapat restu dari atas.

“Ini bukan sekadar soal jabatan, tapi menyangkut nama baik gubernur. Kalau prosesnya busuk, maka citra gubernur juga ikut rusak,” ungkapnya.

Lebih jauh, Rahmat menegaskan bahwa KAPIR siap turun langsung mengawal dan membongkar setiap dugaan permainan dalam seleksi ini. Ia mengingatkan bahwa rakyat Sumatera Utara sudah muak dengan praktik ‘jual beli jabatan’ yang kerap menghantui birokrasi.