INFOTREN.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Timur pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Peringatan dikeluarkan karena adanya variasi suhu ekstrem yang signifikan di berbagai daerah, menuntut perhatian khusus dari masyarakat.

Apa yang menjadi sorotan utama dalam prakiraan kali ini adalah kontras kondisi cuaca antara wilayah dataran tinggi dan kawasan metropolitan. Warga di daerah pegunungan diimbau bersiap menghadapi penurunan suhu yang cukup drastis sepanjang hari.

Di sisi lain, penduduk Kota Surabaya sebagai wilayah metropolitan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tingkat polusi udara yang dilaporkan terus menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Menurut data resmi yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Juanda, secara umum cuaca di sebagian besar Jawa Timur akan didominasi oleh kondisi cerah hingga berawan. Namun, perbedaan mencolok terlihat pada parameter suhu udara antara wilayah pegunungan dan dataran rendah.

Kawasan Kota Batu, yang meliputi Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo, diprediksi akan mengalami suhu udara yang sangat dingin. BMKG mencatat suhu di pusat wisata tersebut diperkirakan berkisar antara 16 hingga 26 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi.

"Suhu di kawasan wisata tersebut akan berkisar antara 16 derajat Celsius hingga 26 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 persen hingga 99 persen," demikian informasi yang dirilis BMKG mengenai kondisi Kota Batu.

Sementara itu, wilayah Bojonegoro akan mengalami kondisi yang berbeda total, yaitu cenderung panas dengan suhu maksimal yang mampu menyentuh angka 32 derajat Celsius. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan suhu yang ekstrem dalam satu provinsi.

Pihak berwenang juga memberikan peringatan khusus bagi para pengendara di Bojonegoro terkait potensi kecepatan angin. Angin kencang dilaporkan dapat bertiup dari arah Barat Daya dengan kecepatan mencapai 30 km/jam, yang berpotensi mengganggu stabilitas kendaraan.

Kualitas udara di Kota Pahlawan menjadi isu kesehatan publik yang mendesak, di mana polusi udara mencapai kategori tidak sehat. Partikulat di udara yang melebihi batas normal menjadi ancaman serius, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.