INFOTREN.ID - Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pada hari Minggu, 3 Mei, merendam ratusan unit rumah warga. Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hari.
Peristiwa ini secara spesifik menimpa warga di Desa Gunung Meraksa, yang terletak di Kecamatan Lubuk Batang, di mana ketinggian air dilaporkan mencapai titik maksimum 130 sentimeter. Banjir ini menyebabkan gangguan signifikan pada aktivitas harian masyarakat setempat.
Penyebab utama dari banjir ini adalah curah hujan ekstrem yang terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB, yang kemudian memicu luapan air hingga merendam area pemukiman. Dampak terparah terlihat pada dua dusun utama di desa tersebut, yaitu Dusun I dan Dusun II.
Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan oleh otoritas setempat, tercatat sebanyak 164 rumah warga teridentifikasi mengalami dampak langsung dari bencana hidrometeorologi ini. Data tersebut disampaikan langsung oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU.
"Berdasarkan hasil pendataan sementara tercatat sebanyak 164 rumah warga terdampak bencana alam," kata Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, saat berada di Baturaja pada hari Minggu (3/5).
Meskipun ketinggian air tergolong signifikan, informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa bencana alam kali ini tidak menimbulkan korban jiwa dari kalangan penduduk desa. Namun, aktivitas masyarakat lumpuh total karena ruas jalan utama di desa tersebut juga ikut terendam.
Menanggapi situasi darurat tersebut, tim dari BPBD OKU segera bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan resmi dari masyarakat setempat. Personel dan peralatan penanggulangan bencana dikerahkan untuk merespons kondisi yang terjadi.
Proses evakuasi warga dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tim di lapangan, menggunakan fasilitas pendukung seperti satu unit perahu karet. Tujuan utama evakuasi adalah memindahkan warga ke area dataran yang lebih tinggi sebagai langkah antisipatif terhadap potensi peningkatan debit air.
"Hingga saat ini banjir sudah berangsur surut dan masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing," jelas Januar Efendi mengenai perkembangan situasi pasca-evakuasi.