INFOTREN.ID - Peristiwa dramatis penyelamatan lima jiwa terjadi setelah tenggelamnya kapal KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Insiden nahas tersebut bermula pada Rabu, 15 Juli, sekitar pukul 05.00 Wita.
Para penumpang yang selamat dari musibah karamnya kapal tersebut harus berjuang keras. Mereka berusaha menyelamatkan diri di tengah keganasan ombak dan hamparan lautan yang luas.
Dalam kondisi serba sulit, para korban yang selamat berupaya mengapung. Mereka tak henti-hentinya mencari pertolongan di tengah kegelapan malam dan ketidakpastian nasib.
Keberuntungan akhirnya menyertai kelima orang tersebut. Mereka ditemukan selamat berkat keberadaan sebuah rumpon yang menjadi titik sandaran dan harapan.
Rumpon, struktur buatan yang biasanya digunakan untuk menarik ikan, ternyata memberikan perlindungan bagi para korban. Keberadaannya menjadi penyelamat di tengah luasnya lautan.
Tanpa adanya rumpon tersebut, kelima orang ini mungkin akan terus terapung tanpa arah dan harapan. Peran rumpon dalam insiden ini sungguh luar biasa.
Kejadian ini menyoroti pentingnya rumpon tidak hanya sebagai alat bantu perikanan, tetapi juga sebagai elemen yang bisa memberikan keselamatan dalam situasi darurat di laut.
Pencarian dan penyelamatan para korban dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh tim yang bertugas. Akhirnya, kelima jiwa tersebut berhasil dibawa ke tempat yang aman.