INFOTREN.ID - Warga RW 01 Kembangan Selatan, Jakarta Barat, merasa resah karena intensitas banjir yang melanda wilayah mereka semakin sering terjadi sejak awal tahun 2026. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Kamis (14/5/2026), menimbulkan keresahan signifikan di tengah masyarakat setempat.
Banjir tersebut diduga kuat berkaitan dengan adanya proyek pembangunan hotel di area tersebut yang menyebabkan hilangnya lahan resapan air alami. Akibatnya, genangan air kerap melumpuhkan aktivitas warga, termasuk merusak properti rumah tangga.
Juriyah, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi banjir telah menjadi langganan sejak awal tahun ini, bahkan sudah terjadi sekitar empat kali. Ia membandingkannya dengan kondisi sebelumnya yang hanya terjadi sesekali atau dalam siklus tahunan atau lima tahunan.
"Iya, memang banjir terus sih sekarang. Dari awal tahun kayaknya sudah empat kali mungkin ya, karena memang di sini sekarang jadi langganan banjir. Dulu mah sesekali gitu, banjir tahunan. Terus banjir itu parah kalau siklus lima tahunan. Tapi sekarang kayaknya parah terus," keluh Juriyah, Warga RW 01 Kembangan Selatan.
Kerugian materiil yang dialami warga cukup besar karena banyak perabotan rumah tangga yang terendam air sebelum sempat dievakuasi. Juriyah menyebutkan bahwa barang-barang seperti kursi, meja, dan kasur miliknya mengalami kerusakan akibat terendam air bah.
"Lumayan sih banyak yang rusak, kursi, meja, kasur itu pada kerendam. Kalau kulkas segala macam sih kita sudah ganjal pakai konblok," ujarnya Juriyah, Warga RW 01 Kembangan Selatan.
Juriyah menduga hilangnya lahan kosong yang sebelumnya berfungsi sebagai penampung air alami menjadi penyebab utama semakin parahnya genangan air saat hujan turun. Ia mengamati bahwa lahan tersebut kini telah diuruk untuk kepentingan konstruksi hotel.
"Katanya sih pengaruh dari ada proyek ini juga ya, tapi saya enggak begitu paham sih. Tapi dulu memang itu lahan kosong, air biasanya larinya ke situ, sekarang kan diuruk," ucapnya Juriyah, Warga RW 01 Kembangan Selatan.
Abdul Rohman, Ketua RT 01 RW 01 Kembangan Selatan, mengonfirmasi bahwa durasi banjir saat ini jauh lebih lama dibandingkan kejadian sebelumnya, bahkan sempat mencapai ketinggian satu meter. Ia juga menyebutkan bahwa banjir kali ini mengganggu pasokan listrik dan ketersediaan air bersih bagi penduduk.