INFOTREN.ID - Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api (KA) Argo Bromo telah terjadi di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Peristiwa ini menimbulkan korban luka dan jiwa yang signifikan, memicu respons cepat dari pihak berwenang dan pejabat tinggi negara.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjadi salah satu tokoh yang langsung memantau situasi di lokasi kejadian. Beliau menyampaikan informasi awal mengenai jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi pasca insiden memilukan tersebut.
Data sementara yang berhasil dihimpun oleh Dasco menunjukkan bahwa sebanyak 29 penumpang KRL telah berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Semua korban yang ditemukan dalam kondisi selamat langsung dilarikan menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
"Sebanyak 29 orang pada saat ini sudah di rs dan sementara 3 meninggal demikian," kata Dasco saat memberikan keterangan pers di dekat lokasi kejadian pada hari Senin.
Selain korban selamat yang telah dibawa ke fasilitas kesehatan, Dasco juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dari insiden ini. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia berdasarkan data awal yang tercatat saat kunjungannya ke lokasi.
Proses evakuasi dilaporkan menghadapi sejumlah tantangan signifikan di lapangan. Kendala utama disebabkan oleh kondisi gerbong yang saling bertabrakan dan menyulitkan tim penyelamat untuk menjangkau semua korban.
Dasco menjelaskan bahwa beberapa penumpang masih dilaporkan terjepit di antara rangkaian kereta yang ringsek. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa jumlah total korban dapat bertambah seiring berjalannya upaya pembebasan korban.
"Masih ada penumpang yang terjepit dan dievakuasi, kemungkinan korban bertambah namun kita doakan proses evakuasi cepat selesai," ucap Dasco, mengungkapkan harapan agar proses penyelamatan berjalan lancar.
Sementara itu, upaya penyelamatan terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal Asep Edi, menyatakan bahwa petugas sedang berusaha keras untuk membebaskan korban yang terjepit.