INFOTREN.ID - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI resmi memulai misi pengawasan ke Arab Saudi secara bertahap sejak Sabtu, 16 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai solusi praktis untuk memastikan seluruh fasilitas pelayanan bagi jemaah Indonesia, mulai dari pemondokan hingga kesiapan tenda, berada dalam kondisi layak dan nyaman.
Sebanyak 96 personel diterjunkan dalam misi pengawasan ini, yang terdiri dari 55 anggota DPR RI dan didampingi oleh 41 anggota tim pendukung. Delegasi gelombang pertama dijadwalkan langsung bertolak menuju Madinah guna meninjau aspek penginapan serta mengantisipasi adanya potensi praktik pungutan liar.
"Besok tanggal 16 Mei kami berangkat, disusul keberangkatan lainnya pada tanggal 17, 18, 20, dan 21, di mana saya bersama pimpinan Komisi VIII DPR RI lainnya akan fokus mengawasi pemondokan di Madinah," kata Abdul Wachid.
Pengawasan lapangan ini menjadi sangat krusial menyusul adanya laporan terkait kondisi kamar hotel di Madinah yang diduga diisi melebihi kapasitas standar. Selain masalah kepadatan kamar, tim juga menyoroti lokasi penginapan yang terpaut jarak cukup jauh, bahkan ada yang mencapai 13 kilometer dari titik utama.
"Kondisi ini dinilai sudah tidak manusiawi karena meskipun jumlah tempat tidur bisa ditambah, namun ketersediaan kamar mandi tetap terbatas sehingga jemaah terpaksa harus berebut," ujar Abdul Wachid.
Selain masalah hotel, Timwas Haji memberikan perhatian khusus pada perbedaan data progres pembangunan tenda di wilayah Arafah. Terdapat ketidaksinkronan antara laporan lapangan yang menyebut angka kesiapan baru 48 persen dengan klaim pemerintah yang menyatakan sudah mencapai 75 persen.
"Temuan ini harus kami cek langsung di lapangan agar jangan sampai hak-hak jemaah dirugikan akibat ketidaksiapan fasilitas saat pelaksanaan ibadah nanti," ucap Abdul Wachid.
Monitoring intensif juga akan menyasar layanan katering serta kinerja perusahaan penyedia layanan atau syarikah yang bertanggung jawab di wilayah Armuzna. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kualitas konsumsi yang diterima oleh para jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
"Hal ini sangat penting untuk dipastikan secara langsung agar jangan sampai jemaah sudah bergeser ke Arafah namun ternyata fasilitas tendanya belum siap sepenuhnya," tegas Abdul Wachid.