INFOTREN.ID - Perkembangan signifikan dalam industri transportasi otonom baru saja terungkap dengan berakhirnya kolaborasi strategis antara raksasa ride-sharing Uber dan unit mobil tanpa pengemudi milik Alphabet, Waymo.

Perjanjian eksklusivitas yang terjalin selama tiga tahun ini, yang secara khusus berfokus pada pengembangan dan implementasi layanan taksi otomatis, kini telah usai.

Hal ini secara otomatis memunculkan spekulasi luas mengenai arah masa depan profesi pengemudi online, yang selama ini menjadi tulang punggung operasional layanan transportasi berbasis aplikasi.

Kemitraan ini awalnya dirancang dengan tujuan mulia untuk mendorong inovasi dalam sektor mobilitas perkotaan.

Melalui kolaborasi tersebut, Waymo dipercaya untuk menyediakan armada kendaraan otonom yang dilengkapi dengan teknologi tercanggih.

Sementara itu, Uber mengambil peran krusial sebagai platform pemesanan yang menghubungkan pengguna dengan layanan kendaraan tanpa sopir tersebut.

Fokus utama dari kerjasama yang kini berakhir ini adalah pada operasional layanan robotaksi di dua kota besar di Amerika Serikat, yaitu Atlanta dan Austin.

Di kedua lokasi tersebut, para pengguna telah berkesempatan untuk merasakan pengalaman memesan kendaraan tanpa sopir secara langsung melalui aplikasi Uber yang sudah sangat familiar.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, kemitraan strategis ini memang berfokus pada layanan taksi otomatis.