INFOTREN.ID - Sebuah tren sosial yang menarik perhatian muncul di kalangan generasi muda, khususnya Gen Alpha, terkait dengan dinamika hubungan romantis mereka. Beberapa remaja kini menunjukkan preferensi untuk menjalin koneksi emosional atau romantis dengan Kecerdasan Buatan (AI) alih-alih dengan manusia nyata.
Fenomena ini menandakan adanya pergeseran signifikan dalam cara remaja membangun interaksi sosial dan ikatan emosional di tengah derasnya arus digitalisasi saat ini. Pergeseran ini mulai menjadi sorotan publik dan para ahli sosial.
Temuan mengenai kecenderungan ini terungkap melalui sebuah survei mendalam yang diselenggarakan oleh organisasi Male Allies UK. Survei tersebut melibatkan partisipasi dari seribu remaja laki-laki yang usianya berada di rentang 12 hingga 16 tahun dari berbagai wilayah.
Kolaborasi Konservasi Satwa: Orang Utan Indonesia dan Jepang Siap Bertemu di Negeri Sakura
Hasil survei tersebut secara jelas menunjukkan bahwa mayoritas dari responden remaja tersebut telah memiliki pengalaman berinteraksi dengan teknologi chatbot berbasis AI. Hal ini menggarisbawahi tingkat penetrasi AI dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Lebih spesifik lagi, data survei mengungkapkan bahwa persentase yang sangat tinggi, yakni 85 persen dari remaja laki-laki yang menjadi responden, mengaku pernah melakukan percakapan atau interaksi dengan chatbot AI. Ini menunjukkan bahwa penggunaan AI sudah menjadi hal lumrah bagi mereka.
Selain tingkat interaksi, survei tersebut juga menangkap indikasi adanya hubungan romantis yang terjalin. Ditemukan bahwa sekitar satu dari lima responden menyatakan bahwa mereka mengenal setidaknya satu teman yang saat ini sedang menjalin hubungan asmara dengan entitas AI.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, fenomena ini sontak memicu perhatian para pakar untuk menyoroti potensi dampak jangka panjang dari hubungan virtual yang terjadi antara manusia dan mesin tersebut. Diskusi mengenai etika dan psikologi mulai mengemuka.
Kekhawatiran utama yang diangkat adalah mengenai bagaimana hubungan non-manusiawi ini dapat membentuk pandangan remaja terhadap empati, komitmen, dan interaksi sosial di dunia nyata di masa depan. Hal ini memerlukan kajian lebih lanjut.
"Sebuah fenomena menarik muncul di kalangan remaja Gen Alpha, di mana sebagian dari mereka mulai menunjukkan preferensi menjalin hubungan romantis dengan kecerdasan buatan (AI) dibandingkan dengan manusia sungguhan," demikian temuan awal yang diangkat oleh survei tersebut.