INFOTREN.ID - Gangguan lambung seringkali diasosiasikan dengan konsumsi makanan pedas atau asam berlebih. Namun, kebiasaan makan sehari-hari yang dilakukan tanpa disadari ternyata juga memiliki andil besar dalam memengaruhi kesehatan sistem pencernaan.

dr. Duong Thi Phuong, seorang spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, menyoroti kaitan erat antara lambung dan sistem saraf. Kondisi emosional seperti stres, ditambah pola makan harian, dapat memberikan dampak langsung pada kelancaran proses pencernaan.

Menurut dr. Phuong, ada beberapa kebiasaan yang kerap dilakukan tanpa kita sadari. Kebiasaan-kebiasaan ini justru dapat membebani kerja lambung secara signifikan.

"Lambung memiliki kaitan yang erat dengan sistem saraf. Karena itu, kondisi emosional seperti stres hingga pola makan sehari-hari dapat berdampak langsung pada proses pencernaan," jelas dr. Duong Thi Phuong.

Salah satu kebiasaan yang sering terabaikan adalah makan dengan terburu-buru atau saat teralihkan perhatian. Aktivitas seperti bekerja, bermain ponsel, atau makan dalam keadaan tertekan dapat mengganggu proses pencernaan secara optimal.

"Kondisi tersebut membuat produksi asam lambung dan enzim pencernaan tidak bekerja secara optimal," lanjut dr. Phuong.

Ketika makanan tidak dikunyah dengan baik, lambung akan dipaksa bekerja ekstra keras untuk menghancurkannya. dr. Phuong menyarankan agar setiap suapan dikunyah sebanyak 20 hingga 50 kali, dan durasi makan ideal adalah 20-30 menit.

"Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan memaksa lambung bekerja lebih keras untuk menghancurkannya," ujar dr. Duong Thi Phuong.

Kebiasaan lain yang dapat memicu masalah lambung adalah langsung tidur setelah makan malam. Tubuh memerlukan waktu yang cukup untuk mencerna makanan, yaitu sekitar dua hingga lebih dari enam jam tergantung jenis makanan yang dikonsumsi.