INFOTREN.ID - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru berhasil mengungkap dalang di balik kasus pembunuhan keji terhadap seorang lanjut usia (lansia) bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di Pekanbaru, Riau. Aksi pembunuhan yang terjadi pada akhir April lalu ini ternyata didalangi oleh menantu korban sendiri, AF.
Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah korban ditemukan meninggal dunia di kediamannya sendiri. Penangkapan para pelaku dilakukan secara bertahap oleh pihak kepolisian dalam upaya mengungkap seluruh rangkaian peristiwa tragis tersebut.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menjelaskan bahwa motif utama pelaku melakukan pembunuhan tersebut didasari oleh rasa sakit hati yang mendalam. Hal ini terungkap setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka utama.
"Hasil pemeriksaan semalam, motif pelaku adalah sakit hati dengan alasan saat menjadi menantu dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi," ujar Kombes Muharman Arta dalam sesi konferensi pers pada hari Minggu (3/4).
Selain faktor emosional, motif ekonomi juga menjadi pendorong kuat bagi AF untuk merencanakan aksi keji ini. Pelaku diketahui memiliki niat untuk menguasai seluruh aset berharga milik korban setelah kematiannya.
"Motif ekonomi, ingin menguasai harta korban," tutur Kombes Muharman Arta.
Dalam kasus ini, petugas kepolisian telah berhasil mengamankan total empat orang tersangka yang terlibat dalam pembunuhan Dumaris. Penangkapan dilakukan pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2026.
AF, sang menantu yang merupakan otak dari perencanaan pembunuhan, ditangkap bersama tersangka SL di wilayah Aceh Tengah. Sementara itu, dua tersangka lainnya, E alias I dan L, berhasil dibekuk di Binjai pada hari berikutnya.
Dikutip dari keterangan resmi, para tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis atas tindakan keji yang telah mereka lakukan. Mereka disangkakan atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan berencana serta pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban.