INFOTREN.ID - Suasana di Tanah Suci kini mulai memasuki fase yang menentukan bagi para tamu Allah. Pada Kamis (14/5/2026), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi mengeluarkan instruksi agar seluruh jemaah haji Indonesia mulai membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak demi menjaga kebugaran tubuh.
Dikutip dari Kompas.com, langkah antisipatif ini diambil untuk memastikan seluruh jemaah berada dalam kondisi fisik yang prima saat menghadapi fase puncak haji. Rangkaian ibadah inti tersebut akan berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Armuzna.
"Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji," ujar Maria Assegaf selaku Juru Bicara Kemenhaj.
Saat ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus bergerak cepat dengan mematangkan seluruh aspek layanan melalui Satuan Operasi Armuzna. Fokus utama persiapan meliputi kesiapan fasilitas akomodasi, ketersediaan konsumsi yang berkualitas, hingga teknis transportasi bagi para jemaah.
"Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar saat puncak haji," jelas Maria Assegaf.
Selain kesiapan infrastruktur fisik, PPIH Arab Saudi juga telah menyusun skema mitigasi yang komprehensif untuk mengurai potensi kepadatan massa. Pengaturan pergerakan jemaah akan diprioritaskan pada jalur-jalur yang dinilai rawan macet, terutama rute penghubung utama antara Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Jemaah haji juga diingatkan untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu istirahat serta memperhatikan asupan nutrisi harian. Konsumsi air mineral yang cukup menjadi hal wajib guna mencegah risiko dehidrasi dan kelelahan ekstrem di tengah cuaca panas Arab Saudi yang menantang.
"Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik," tutur Maria Assegaf.
Berdasarkan data operasional pada hari ke-24, tercatat total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas dari 395 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari total tersebut, sebanyak 136.422 jemaah yang tergabung dalam 353 kloter dilaporkan sudah berada di kota suci Mekkah.