INFOTREN.ID - Kemacetan yang sering terjadi di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang, akan segera ditangani melalui sebuah proyek infrastruktur strategis berupa pembangunan flyover atau simpang tidak sebidang. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangerang dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Untuk memastikan proyek pembangunan infrastruktur ini dapat terealisasi secepatnya, Pemerintah Kota Tangerang saat ini sedang mematangkan rencana terkait Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) yang baru. Langkah awal ini mencakup koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait yang berkepentingan atas proyek tersebut.
Proses koordinasi intensif ini telah dimulai, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang. "Kami sudah mulai berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mematangkan rencana pembangunan Flyover ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, Rabu (20/5).
Salah satu dampak langsung dari perencanaan ini adalah penutupan permanen terhadap simpang sebidang yang selama ini menghubungkan Jalan Raya Daan Mogot menuju Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Benteng Betawi. Pengendara diimbau untuk mulai mempersiapkan diri menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan.
Skema rekayasa lalu lintas juga akan mencakup penerapan sistem putaran satu arah atau looping di area dekat Pasar Induk Tanah Tinggi. Tujuannya adalah mengakomodasi arus kendaraan yang datang dari arah Jalan Raya Daan Mogot menuju Puspem Kota Tangerang di Jalan Satria Sudirman.
Penyesuaian arus kendaraan juga akan diterapkan di depan Plaza Benteng Betawi dengan skema serupa, menunjukkan bahwa perubahan signifikan pada tata kelola lalu lintas akan terjadi di area tersebut.
Lebih lanjut, penyesuaian direncanakan menyasar beberapa persimpangan lain, termasuk jalur yang menuju Ciledug di Jalan KH Hasyim Ashari. Realisasi koridor ini membutuhkan pelebaran jalan terlebih dahulu sebagai syarat utama pelaksanaannya.
Karena status Jalan KH Hasyim Ashari berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten, koordinasi lanjutan antara kedua pemerintah daerah mutlak diperlukan demi kelancaran proyek yang akan berdampak luas di lapangan. "Kami akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk membahas persoalan tersebut," paparnya.
Diharapkan dengan skema lalu lintas yang sudah matang, konstruksi fisik pada proyek flyover ini dapat dimulai sesuai jadwal, yakni pada awal tahun 2027 mendatang. Struktur jembatan layang tersebut direncanakan memiliki bentang fisik sekitar 600 meter.