INFOTREN.IDPasar smartphone global kembali dibayangi tantangan pada kuartal II 2026. Krisis pasokan memori DRAM dan NAND yang terus berlanjut telah menaikkan biaya produksi, berdampak signifikan pada penjualan berbagai merek ponsel di seluruh dunia. Meski demikian, persaingan tetap sengit, dengan Samsung berhasil merebut kembali posisi teratas sebagai vendor smartphone terbesar dunia.

Laporan terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan, Samsung memimpin pasar dengan pangsa 24 persen, melonjak dari 20 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Keberhasilan ini didorong oleh tingginya permintaan seri Galaxy S26, terutama model Ultra, yang mendapat respons positif berkat fitur kecerdasan buatan (AI) dan teknologi Privacy Display. Kemampuan Samsung menjaga ketersediaan produk di tengah kelangkaan komponen juga menjadi kunci keunggulan kompetitifnya. Promosi agresif di India dan Timur Tengah turut berkontribusi pada peningkatan pengiriman perangkat.

Di posisi kedua, Apple mencatatkan pangsa pasar global sebesar 20 persen, meningkat dari 17 persen pada kuartal II 2025. Periode ini menjadi rekor pangsa pasar tertinggi bagi Apple di kuartal kedua. Pertumbuhan ini dikontribusikan oleh lonjakan permintaan lini iPhone 17. Apple juga menjadi satu-satunya vendor besar yang relatif stabil dalam menahan kenaikan harga produknya selama sebagian besar kuartal II 2026, meskipun penyesuaian harga mulai terjadi di beberapa negara pada awal Juli.

Xiaomi menempati urutan ketiga dengan pangsa pasar 12 persen. Meskipun tetap berada di tiga besar, perusahaan ini mengalami penurunan pengiriman dibandingkan tahun sebelumnya akibat melemahnya permintaan di segmen entry-level dan menengah. Untuk menjaga daya saing, Xiaomi berupaya menyederhanakan portofolio produk dan memperluas program pembiayaan bagi mitra ritel.

OPPO menyusul di posisi keempat dengan pangsa pasar 11 persen. Sama seperti vendor Tiongkok lainnya, OPPO merasakan tekanan kenaikan biaya produksi komponen memori. Kondisi ini mendorong sebagian konsumen menunda pembelian atau beralih ke model generasi sebelumnya yang lebih terjangkau. Meski begitu, OPPO masih mampu mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di pasar global.

Melengkapi lima besar, Vivo meraih pangsa pasar 8 persen. Perusahaan ini juga terdampak perlambatan pasar, terutama pada segmen harga terjangkau yang paling sensitif terhadap kenaikan harga komponen. Penurunan pengiriman terjadi, namun Vivo tetap mempertahankan basis konsumennya di sejumlah pasar Asia berkat portofolio produk yang beragam.

Penurunan Pengiriman Global
Secara keseluruhan, pengiriman smartphone global pada kuartal II 2026 dilaporkan turun sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini merupakan penurunan terdalam untuk kuartal kedua sejak 2013. Krisis pasokan chip memori menjadi penyebab utama, yang berdampak paling parah pada perangkat entry-level dan kelas menengah. Akibatnya, banyak konsumen memilih menunda pembelian atau memperpanjang usia pakai perangkat yang ada.

Google dan Huawei Tumbuh Pesat
Di luar lima besar, Google dan Huawei menunjukkan pertumbuhan tercepat. Google mencatat peningkatan pengiriman sekitar 16 persen berkat tingginya permintaan seri Pixel 10 dan Pixel 10a. Sementara itu, Huawei membukukan pertumbuhan sekitar 6 persen yang didukung oleh penjualan seri Mate 80, Nova 15, dan Enjoy 90.

Menilik kondisi pasar, produsen diperkirakan akan semakin fokus pada smartphone premium dengan margin keuntungan lebih tinggi. Jumlah model di segmen harga terjangkau kemungkinan akan dibatasi hingga pasokan komponen membaik.