INFOTREN.ID - What: Perkembangan terbaru dari tragedi tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di area Stasiun Bekasi Timur menunjukkan Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah menerima sejumlah korban meninggal dunia. Total ada 10 kantung jenazah yang telah tiba di fasilitas medis tersebut untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Who: Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri, Brigjen Prima Heru, menjadi pihak yang memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan korban. Ia mengonfirmasi jumlah jenazah yang diterima dan progres identifikasi yang sedang dilaksanakan oleh tim forensik rumah sakit.

Where: Identifikasi dan penanganan jenazah ini secara terpusat dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. Lokasi kecelakaan sendiri terjadi di dekat Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan dua rangkaian kereta api tersebut.

When: Proses penerimaan jenazah dan dimulainya identifikasi telah berlangsung sejak hari Selasa (28/4). Selain itu, posko pengaduan dan penyerahan data antemortem bagi keluarga korban juga telah dibuka sejak malam sebelumnya, yakni Senin (28/4) malam.

"Yang diterima saat ini 10 kantung jenazah. Perempuan semua," ungkap Brigjen Prima Heru kepada awak media pada hari Selasa (28/4) mengenai komposisi jenazah yang masuk.

Brigjen Prima Heru juga menjelaskan bahwa upaya pengumpulan data pendukung untuk identifikasi telah dimulai oleh pihak kepolisian. Proses ini penting untuk memastikan kecocokan jenazah dengan keluarga yang berduka.

"Sudah dibuka (posko) sejak tadi malam. Sampai pukul 10.30 baru 3 keluarga yang menyerahkan," tutur Brigjen Prima Heru terkait respons awal dari keluarga korban dalam menyerahkan data antemortem.

How: Insiden ini bermula ketika sebuah rangkaian KRL dengan relasi Bekasi-Cikarang tertabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Kejadian ini memaksa KRL tersebut diubah statusnya menjadi Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Akibat penghentian sementara KRL tersebut, petugas kemudian menghentikan rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 yang juga menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Hal ini merupakan langkah mitigasi darurat yang dilakukan di lokasi kejadian.