INFOTREN.ID - Forum Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur secara resmi mengajukan usulan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Usulan krusial tersebut adalah agar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dapat dilaksanakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.
Usulan ini muncul menjelang persiapan gelaran Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan datang. Rekomendasi ini merupakan hasil pertemuan dan diskusi mendalam di tingkat cabang se-Jawa Timur.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Abdul Muid Shohib, menyampaikan bahwa Lirboyo dipilih karena memiliki rekam jejak yang panjang. Pondok pesantren tersebut dikenal karena kiprahnya dalam khidmah keilmuan, kaderisasi ulama, serta pengabdian yang tulus kepada NU.
"Forum mengusulkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo yang memiliki sejarah panjang dalam khidmah keilmuan, kaderisasi ulama, serta pengabdian kepada NU," kata Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Abdul Muid Shohib dalam keterangannya di Kediri, Jumat (8/5), dikutip dari Antara.
Selain penentuan lokasi, forum tersebut juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting lainnya kepada PBNU. Di antaranya adalah tuntutan agar seluruh tahapan menjelang Muktamar dilaksanakan dengan prinsip yang baik.
Forum Rois Syuriyah PCNU se-Jatim mendesak agar Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung secara bersih, transparan, serta menjunjung tinggi etika dan kepatutan organisasi. Hal ini dianggap penting mengingat NU adalah organisasi para ulama.
Pelaksanaan seluruh proses tersebut wajib berpedoman penuh pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan seluruh peraturan perkumpulan Nahdlatul Ulama yang berlaku. Ini adalah komitmen organisasi terhadap tata kelola yang baik.
Muid juga mengungkapkan bahwa forum meminta PBNU untuk segera mengadakan rapat pleno sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar. Ini bertujuan agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama sebelum melangkah lebih jauh.
Lebih lanjut, forum tersebut meminta adanya pelibatan para sesepuh dari unsur Mustasyar PBNU dalam pengambilan keputusan yang bersifat strategis menjelang Muktamar. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama sepuh.