INFOTREN.ID - Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, memberikan tanggapan resmi terkait pelaporan dirinya ke pihak kepolisian. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta Pusat pada Senin (11/5).
Persoalan ini mencuat setelah Grace dilaporkan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan terkait unggahan di akun media sosial pribadinya. Unggahan tersebut berisi opini Grace mengenai video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), saat berada di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dilansir dari CNN Indonesia, Grace menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan pribadi dengan Jusuf Kalla. Ia pun menyatakan kesiapannya untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan tokoh nasional tersebut guna meluruskan situasi.
"Sejauh ini belum ada komunikasi, tapi kalau beliau terbuka ya ayo, mari. Saya tidak pernah ada masalah dengan Pak JK, kebetulan juga sudah agak lama tidak bertemu beliau," ujar Grace Natalie.
Grace menilai bahwa apa yang ia sampaikan dalam unggahannya merupakan hal yang wajar dan tidak bermaksud menyerang secara personal. Ia pun menyayangkan adanya laporan hukum meskipun dirinya merasa tidak memiliki konflik dengan pihak JK.
"Saya juga tidak pernah ada masalah apa pun dengan Pak JK sebagai pribadi, dan pernyataan saya pun sebenarnya normal-normal saja," kata Grace Natalie.
Lebih lanjut, Grace menyatakan keterbukaannya jika pihak Jusuf Kalla ingin mendengar penjelasan mengenai konteks dari pernyataannya. Namun, ia menggarisbawahi bahwa pihak yang melakukan pelaporan bukanlah Jusuf Kalla sendiri.
"Oleh karenanya saya siap kalau mau dimintai penjelasan, misalnya, atau mungkin Pak JK mau tanya apa konteksnya, tapi yang kemarin melaporkan kan bukan Pak JK," tutur Grace Natalie.
Terkait aspek hukum, Grace meyakini bahwa tindakannya mengunggah pendapat di media sosial tidak melanggar aturan. Ia berpendapat bahwa video ceramah JK di UGM tersebut memang sudah menjadi perbincangan hangat dan memicu pro-kontra di masyarakat.