INFOTREN.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan jaminan terkait nasib para korban yang terdampak insiden tabrakan kereta api di area Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Kunjungan kenegaraan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi para korban.
Saat mengunjungi korban luka yang masih menjalani perawatan di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4) pagi, Presiden Prabowo memberikan kepastian mengenai tindak lanjut finansial bagi mereka yang terdampak. Hal ini disampaikan langsung oleh beliau kepada awak media yang meliput di lokasi rumah sakit.
Presiden Prabowo secara tegas menyatakan bahwa seluruh pihak yang menjadi korban dalam peristiwa tragis ini akan menerima hak kompensasi yang seharusnya mereka dapatkan. Beliau menekankan bahwa proses ganti rugi tersebut akan segera dilaksanakan oleh pihak terkait.
"Ya nanti ada, semuanya ada kompensasinya," ujar Presiden Prabowo saat berada di RSUD Bekasi, Selasa (28/4) pagi, menegaskan komitmen pemerintah.
Selain memberikan jaminan kompensasi, Presiden juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas insiden yang merenggut nyawa dan melukai banyak warga ini. Pemerintah berjanji akan segera memulai investigasi mendalam mengenai penyebab pasti dari kecelakaan ini.
Setelah meninjau kondisi para pasien, Presiden Prabowo menyebutkan bahwa sebagian dari korban yang dirawat di RSUD Bekasi telah menunjukkan perkembangan positif dan diizinkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Situasi ini menunjukkan adanya penanganan medis yang berjalan lancar.
"Masih total 54 dan hampir semua sudah ditangani yang saya lihat, sudah ditangani dengan baik, sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus, pokoknya semuanya sudah diurus," ucap Presiden Prabowo mengenai kondisi terkini para korban di rumah sakit.
Peristiwa nahas tersebut melibatkan tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam, sekitar pukul 20.55 WIB. Lokasi kejadian tepat berada di area Stasiun Bekasi Timur.
Data terbaru yang berhasil dihimpun hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam jumlah signifikan akibat benturan keras tersebut. Data tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.