INFOTREN.ID - Prancis, yang saat ini diunggulkan sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia FIFA 2026, dijadwalkan untuk memulai kampanye kualifikasi mereka dengan pertandingan pembuka yang menantang. Mereka akan berhadapan langsung dengan tim nasional Senegal dalam laga perdana Grup I.
Duel penting ini telah dijadwalkan akan berlangsung pada hari Rabu, 17 Juni mendatang. Tempat penyelenggaraan pertandingan tersebut adalah MetLife Stadium yang berlokasi di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat.
Les Bleus memasuki turnamen besar ini dengan status favorit utama untuk meraih mahkota juara dunia. Namun, lawan mereka, Senegal, datang dengan membawa memori historis yang menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Piala Dunia.
Pertandingan ini secara simbolis menjadi kesempatan emas bagi Senegal untuk membangkitkan kembali kenangan manis kemenangan bersejarah mereka atas Prancis di Piala Dunia tahun 2002. Momen tersebut masih sangat diingat dalam dunia sepak bola internasional.
Pada debut mereka di turnamen tersebut, yang kala itu diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, Senegal berhasil menciptakan kejutan besar. Mereka sukses menumbangkan status Prancis sebagai juara bertahan saat itu.
Kemenangan bersejarah tersebut diraih melalui skor tipis 1-0, dengan gol tunggal yang dicetak oleh Papa Bouba Diop. Gol tunggal ini menjadi penentu hasil akhir yang mengejutkan banyak pihak.
Kekalahan di laga pembuka tersebut ternyata memiliki dampak signifikan bagi Prancis di turnamen edisi 2002. Kekalahan ini secara historis menandai awal dari kegagalan Prancis untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih sebelumnya.
"Prancis akan memulai perjalanan mereka dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 dengan menghadapi Senegal dalam pertandingan pembuka Grup I," demikian informasi yang disampaikan oleh JAKARTAHYPE.COM mengenai jadwal penting ini.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Senegal untuk membangkitkan kembali kenangan manis kemenangan mereka atas Prancis pada Piala Dunia 2002. Hal ini menunjukkan adanya narasi sejarah yang menyertai duel kali ini.