INFOTREN.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) secara resmi meluncurkan inisiatif baru berupa program kedaruratan yang berfokus pada pembentukan desa dan sekolah tangguh bencana di wilayah Kabupaten Bangli. Program percontohan ini dilaksanakan sebagai langkah awal krusial untuk mengedukasi masyarakat dan siswa sekolah dasar mengenai pencegahan serta penanganan dini terhadap potensi bencana alam.
Secara khusus, kawasan Kabupaten Bangli telah ditetapkan oleh PMI pusat sebagai satu-satunya lokasi pelaksanaan perdana dari program kesiapsiagaan bencana yang inovatif ini. Penetapan ini menunjukkan adanya fokus strategis terhadap wilayah tersebut dalam upaya peningkatan resiliensi komunitas.
Dua desa yang terpilih sebagai pionir dalam program tangguh bencana ini adalah Desa Trunyan dan Desa Buahan, sebagaimana informasi yang diperoleh. Kedua desa ini akan menjadi ujung tombak dalam implementasi kurikulum kesiapsiagaan di tingkat akar rumput.
Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil penilaian tingkat kerawanan wilayah yang tinggi terhadap potensi ancaman bencana alam. Hal ini disampaikan Wakil Bupati setelah menghadiri musyawarah kabupaten di kantor DPRD Bangli.
"Ini program baru dari PMI pusat untuk membentuk desa tangguh bencana dan sekolah tangguh bencana. Hanya kami saja di Bangli yang dipilih," kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Diar menegaskan bahwa kurikulum pelatihan yang disiapkan akan disalurkan kepada para murid Sekolah Dasar secara tidak langsung melalui peran aktif para guru di sekolah masing-masing. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan dampak edukasi yang berkelanjutan.
"Dua desa itu dipilih karena daerah rawan bencana. Sehingga (program tangguh bencana) akan mengedukasi masyarakat tentang cara memitigasi bencana," kata Diar.
Rencana teknis pelaksanaan program serta persiapan personel lapangan dijadwalkan akan dimatangkan secara menyeluruh pada pertengahan tahun 2026 ini. Persiapan matang ini menjadi kunci keberhasilan tahap implementasi di lapangan.
Kepala Markas PMI Bangli, Kadek Ardip, mengonfirmasi rencana pembentukan tim relawan tanggap darurat yang akan direkrut dari penduduk lokal di kedua wilayah tersebut. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam merespons situasi darurat.