INFOTREN.ID - Pemerintah melalui program Rumah Guru Teknologi (RGTK) kini membuka kesempatan bagi para guru di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi digital mereka secara mandiri. Inisiatif ini dirancang untuk membekali pendidik dengan keterampilan teknologi mutakhir yang relevan dengan perkembangan zaman.

Fokus utama dari program RGTK ini adalah penyediaan materi pembelajaran yang mencakup bidang-bidang krusial seperti kecerdasan buatan (AI), dasar-dasar coding, hingga deep learning. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memodernisasi kemampuan guru dalam menghadapi tantangan era digital di dunia pendidikan.

Kepala Pusat Teknologi Transformasi Digital dan Sumber Daya Pembelajaran Kemendikbudristek, Dr. Ir. Haris Iskandar, M.Si., menyatakan bahwa fasilitas ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan profesional guru. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa guru dapat mengakses pelatihan tanpa terikat waktu dan tempat.

"Platform Rumah Guru Teknologi (RGTK) ini kini bisa diakses secara mandiri oleh seluruh guru di Indonesia untuk belajar mengenai deep learning, coding, dan kecerdasan buatan," ujar Dr. Ir. Haris Iskandar, M.Si.

RGTK menyediakan modul pembelajaran yang komprehensif dan terstruktur, memungkinkan para pendidik untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan kebutuhan mereka masing-masing. Hal ini berbeda dengan pelatihan tatap muka konvensional yang seringkali memiliki jadwal yang kaku.

Peluncuran akses mandiri ini diharapkan dapat mendorong budaya belajar sepanjang hayat di kalangan guru. Dengan menguasai teknologi terkini, guru diharapkan mampu mengintegrasikan inovasi digital ke dalam proses belajar mengajar di kelas mereka.

Dikutip dari Kemendikbudristek, inisiatif ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk meningkatkan literasi digital di ekosistem pendidikan nasional. Penguasaan AI dan coding dinilai penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi masa depan.

Lebih lanjut, ketersediaan sumber daya belajar ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses terhadap pelatihan teknologi canggih antar wilayah di Indonesia. Guru di daerah terpencil pun kini memiliki peluang yang sama untuk mengasah kemampuan pemrograman dan AI.

"Kami berharap dengan adanya platform ini, guru-guru kita semakin siap untuk menjadi fasilitator pembelajaran abad ke-21 yang mengintegrasikan teknologi mutakhir secara efektif," tambah Dr. Ir. Haris Iskandar, M.Si.