INFOTREN.ID - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) diperkirakan akan mencatatkan rekor pendapatan luar biasa dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Proyeksi menunjukkan pemasukan mencapai US$15 miliar, atau sekitar Rp268,6 triliun.

Angka ini merupakan lompatan signifikan dibandingkan dengan estimasi pendapatan sebelumnya yang hanya berkisar US$8,9 miliar. Peningkatan drastis ini menjadi kabar gembira bagi induk organisasi sepak bola dunia tersebut.

Faktor utama di balik lonjakan finansial ini adalah keputusan FIFA untuk memperluas jumlah negara peserta. Turnamen edisi 2026 akan diikuti oleh 48 tim, meningkat dari 32 tim pada gelaran sebelumnya.

Perluasan peserta ini secara otomatis berujung pada peningkatan jumlah pertandingan yang akan dimainkan. Dari 64 laga, kini Piala Dunia 2026 akan mempertandingkan total 104 pertandingan.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi mengkonfirmasi proyeksi pendapatan fantastis ini. Beliau menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup siklus komersial Piala Dunia 2026, termasuk periode kualifikasi yang telah dimulai sejak tahun 2023.

"Total pemasukan untuk siklus komersial Piala Dunia 2026, yang meliputi kualifikasi sejak tahun 2023, diperkirakan mencapai US$15 miliar," ujar Gianni Infantino.

Peningkatan pendapatan ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Dana yang terkumpul diharapkan dapat dialokasikan untuk berbagai program pembinaan dan infrastruktur sepak bola.

Perluasan turnamen ini juga diharapkan dapat meningkatkan antusiasme penggemar sepak bola global. Semakin banyak negara yang berpartisipasi akan memberikan kesempatan lebih luas bagi tim-tim untuk unjuk gigi di panggung dunia.

Dikutip dari HOTNEWS.ID, ekspansi Piala Dunia 2026 menjadi kunci utama lonjakan finansial yang diprediksi akan diraih oleh FIFA.