INFOTREN.ID - Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya mengalami insiden kebakaran pada Jumat (15/5/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Api diketahui pertama kali muncul di ruang farmasi yang terletak di lantai 5 gedung tersebut, sehingga memicu kepanikan dan evakuasi massal.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan 13 unit armada pemadam ke lokasi kejadian. Petugas berhasil menguasai keadaan dan memastikan api benar-benar padam pada pukul 09.58 WIB setelah melalui proses pembasahan yang intensif.

"Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik pada kabel lemari es di ruang farmasi di lantai 5 dengan luasan area yang terbakar kurang lebih berukuran 4 meter x 3 meter," ujar M. Rokhim selaku Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya.

Selama proses pemadaman berlangsung, petugas gabungan memprioritaskan keselamatan 36 pasien yang sedang menjalani perawatan di berbagai lantai. Seluruh pasien dari lantai 1, 4, 5, dan 6 dipindahkan ke area yang lebih aman, sementara dokumen rekam medis dilaporkan berhasil diselamatkan.

"Satu pasien dari lantai 6 dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Medis IGD RSUD dr. Soetomo atas nama Sutaji (46) asal Kabupaten Blora," kata M. Rokhim saat memberikan keterangan mengenai data korban.

Pihak manajemen rumah sakit segera memberikan klarifikasi mendalam untuk menghindari simpang siur mengenai penyebab kematian pasien tersebut. Direktur RSUD dr Soetomo menjelaskan bahwa kondisi pasien memang sudah sangat tidak stabil sebelum kebakaran terjadi.

"Pasien sedang dalam proses menjalani cuci darah dan kami terus melakukan evaluasi, namun kematian ini dipastikan bukan karena asap karena seluruh sistem pernapasan pasien didukung oleh mesin," ujar Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa.

Dikutip dari Kompas.com, Prof Cita menekankan bahwa sirkulasi udara pada alat bantu medis yang digunakan pasien bersifat tertutup. Hal ini membuat pasien yang menggunakan bantuan mesin pernapasan tetap terlindungi dari paparan asap pekat yang sempat menyelimuti gedung.

Penanggungjawab Evakuasi Pasien, dr Rizal, menambahkan bahwa seluruh perangkat medis pendukung hidup pasien tetap berfungsi normal selama evakuasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, kepekatan asap di lantai 6 tempat pasien dirawat tidak separah titik awal api di lantai 5.