INFOTREN.ID - Suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Makassar pada Sabtu (2/5/2026) diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan aparat keamanan. Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) merasa keberatan atas kehadiran dan pengamanan yang dianggap terlalu ketat oleh pihak kepolisian di sekitar lingkungan kampus mereka.
Pantauan di lokasi pada siang hari menunjukkan adanya penempatan petugas kepolisian, baik berseragam lengkap dengan perlengkapan seperti senjata pelontar gas air mata, maupun petugas berpakaian sipil. Kehadiran aparat ini berpusat di depan area kampus UNM, memicu reaksi dari para mahasiswa yang sedang beraktivitas.
Para mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi kemudian menyampaikan orasi dan meminta pihak kepolisian untuk menarik mundur personel dan kendaraan taktis dari area kampus. Mereka menilai pengamanan tersebut berlebihan dan menimbulkan dampak psikologis yang mengganggu kegiatan akademik di dalam kampus.
Dalam orasinya, salah satu orator mempertanyakan dasar hukum dari pengamanan ketat tersebut, dengan menyatakan bahwa jika ada kebutuhan pengamanan terkait masalah keamanan, seharusnya fokus diarahkan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan. Orator tersebut menyampaikan, "Atas perintah siapa ini, kalau mau lakukan pengamanan silahkan ke Papua, di sana banyak masalah. Jangan di wilayah kampus," Dikutip dari CNN Indonesia.
Mahasiswa menegaskan bahwa lingkungan kampus merupakan ruang sakral bagi perkembangan intelektual, kreativitas, dan penyampaian gagasan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Mereka menekankan bahwa kampus seharusnya menjadi tempat berpikir, bukan area yang dipenuhi barikade dan pengawasan ketat.
Aksi mahasiswa ini diketahui bermula dari kegiatan peringatan Hardiknas yang mereka selenggarakan di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin. Setelah kegiatan tersebut, mereka dikejutkan dengan banyaknya petugas kepolisian yang bersiaga di sekitar kampus UNM.
Para demonstran merasa bahwa pengamanan yang berlebihan tersebut memberikan kesan bahwa mereka akan melakukan tindakan anarkis, padahal aksi yang mereka lakukan diklaim berjalan secara damai. Mereka mendesak agar aparat tidak menyebarkan ketakutan di lingkungan kampus.
Hingga pukul 18.22 WITA, meskipun diguyur hujan ringan di Makassar, petugas kepolisian dilaporkan masih mempertahankan posisi pengamanan mereka di sekitar area kampus UNM.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memberikan penjelasan mengenai penempatan kendaraan dan personel di sekitar UNM. Ia menyatakan bahwa lokasi tersebut dipilih karena memiliki akses jalan yang lebih besar.