INFOTREN.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa pemerintah terus memprioritaskan percepatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Proyek strategis nasional ini diharapkan dapat segera beroperasi penuh pada akhir tahun 2024 mendatang.
"Kami terus mendorong agar seluruh aspek pembangunan KCJB dapat diselesaikan tepat waktu, dengan target operasional komersial di akhir tahun 2024," ujar Budi Karya Sumadi saat ditemui di Jakarta pada hari Selasa (15/10/2023).
Proyek KCJB, yang merupakan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, bertujuan untuk memangkas waktu tempuh perjalanan antara kedua kota besar tersebut dari yang semula sekitar 3-4 jam menjadi kurang dari satu jam. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor Jakarta-Bandung.
Menurut data terbaru yang disampaikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), progres fisik konstruksi hingga saat ini telah mencapai angka 85%. Fokus utama saat ini adalah penyelesaian stasiun-stasiun utama dan pengujian sistem persinyalan.
"Fase pengujian sistem keselamatan dan integrasi antarmoda menjadi prioritas kami selanjutnya setelah konstruksi fisik rampung," tambah Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, dalam konferensi pers yang sama. Ia menekankan pentingnya standar keselamatan internasional dalam operasional perdana KCJB.
Pemerintah juga tengah mengkaji skema tarif awal yang akan diterapkan, memastikan keterjangkauan bagi masyarakat umum sekaligus menjaga keberlanjutan finansial proyek. Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Kepala Badan Pengelola Kerjasama Pembangunan Infrastruktur (BPKPI), Wamen PUPR John Wempy Wetipo, menyatakan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat krusial dalam proses pembebasan lahan tahap akhir. "Kami berkoordinasi intensif dengan Pemprov Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk memastikan tidak ada hambatan sosial yang berarti," tegasnya.
Proyek ini diharapkan mampu menjadi katalisator utama dalam modernisasi transportasi massal di Indonesia, sekaligus menjadi contoh sukses kolaborasi internasional dalam infrastruktur berteknologi tinggi.