INFOTREN.ID - PT Indonesia Fintopia Technology, yang dikenal sebagai Easycash, secara tegas menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan jangkauan akses pendanaan bagi masyarakat luas. Fokus utama mereka adalah menyasar segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih menghadapi tantangan besar dalam inklusi keuangan.
Langkah strategis ini dilakukan seiring dengan upaya perusahaan untuk memperkuat landasan operasionalnya melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan manajemen risiko yang solid. Penguatan internal ini dianggap krusial untuk mendukung ekspansi layanan kredit yang bertanggung jawab.
Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menyoroti bahwa perluasan akses keuangan inklusif menjadi agenda prioritas perusahaan. Hal ini terjadi di tengah dinamika pasar yang menunjukkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan layanan kredit yang mudah diakses.
"Di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit, perluasan akses pendanaan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Nucky Poedjiardjo saat menyampaikan arah strategis perusahaan.
Nucky menegaskan bahwa komitmen Easycash tidak hanya berhenti pada penyediaan dana, tetapi juga mencakup aspek kepatuhan dan perlindungan nasabah. Hal ini merupakan fondasi penting dalam ekosistem pendanaan digital.
"Oleh karena itu, Easycash berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi dalam menghadirkan akses pendanaan yang luas bagi masyarakat," tegas Nucky Poedjiardjo.
Pernyataan penting ini disampaikan oleh Direktur Utama Easycash dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan untuk Tahun Buku 2025. Acara tersebut berlangsung di Jakarta pada hari Kamis, 18 Juni 2026.
Penguatan GCG dan manajemen risiko ini merupakan respons langsung terhadap tantangan inklusi keuangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi sebagian besar populasi penduduk Indonesia saat ini. Easycash melihat tata kelola sebagai kunci keberlanjutan dalam bisnis penyaluran dana.
Dilansir dari JakartaHype.com, komitmen ini menunjukkan pergeseran fokus perusahaan dalam menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan regulasi yang berlaku di sektor teknologi finansial.