INFOTREN.ID - Kecelakaan hebat yang melibatkan dua rangkaian kereta api terjadi di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April. Peristiwa ini mengakibatkan gerbong belakang salah satu kereta mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.
Insiden ini melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan rute Gambir menuju Surabaya Pasar Turi, yang menabrak gerbong belakang Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Kampung Bandan menuju Cikarang. Tabrakan terjadi tepat pada pukul 20.52 WIB.
Upaya evakuasi korban yang terjepit masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi terkait. Tim SAR, TNI, Polri, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mempercepat proses penyelamatan.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, mengonfirmasi bahwa fokus utama saat ini adalah mengevakuasi korban yang masih berada di dalam gerbong yang ringsek. Kesulitan utama dalam operasi ini adalah perlunya pemotongan struktur gerbong untuk mengakses para korban.
"Saat ini dari pihak Basarnas, TNI, Polri, dan SAR masih melakukan evakuasi. Kita doakan korban segera di Evakuasi. Ada di RS Primaya, RSUD Bekasi, dan RS Bantar Gebang," ujar Asep Edi dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin malam.
Ia juga menambahkan mengenai perkembangan jumlah korban yang ditangani oleh fasilitas kesehatan. "Kita melakukan penanganan TKP dan juga dalam hal ini korban fluktuatif, mudah-mudahan tidak bertambah. Kesulitannya, ada pemotongan dari korban- korban yang masih terjepit. Tadi masih ada 6-7 orang masih kita evakuasi," kata Irjen Pol Asep Edi Suheri.
Kapolda menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memberikan pertolongan medis kepada para korban yang terjebak, khususnya yang berada di dalam gerbong KRL. "Utamanya saat ini adalah pertolongan para korban. Sementara korban paling banyak ada di KRL," kata Edi.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad memberikan keterangan awal mengenai jumlah korban yang sudah berhasil dievakuasi dan korban meninggal dunia. Sebanyak 29 orang dilaporkan telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.
"Pertama, kita turut prihatin dengan kejadian malam ini," kata Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan rasa duka cita atas insiden tragis tersebut.