INFOTREN.ID - Perayaan Hari Raya Waisak tahun 2570 BE di Kabupaten Magelang diwarnai dengan kekayaan budaya lokal melalui penyelenggaraan Festival Balon Ngawen. Acara ini menjadi salah satu penanda kemeriahan dalam rangkaian peringatan momen sakral bagi umat Buddha tersebut.

Kegiatan utama yang berhasil menarik perhatian publik adalah ritual penerbangan balon udara tradisional yang dilaksanakan secara seremonial. Ritual ini dipilih sebagai bagian integral dari perayaan keagamaan di wilayah tersebut.

Lokasi penyelenggaraan festival ini terpusat di area bersejarah Candi Ngawen. Pemilihan situs ini didasarkan pada nilai spiritual dan historis yang sangat tinggi bagi masyarakat setempat dan umat Buddha.

Sebanyak 25 balon udara tradisional dilepaskan secara simbolis ke angkasa selama festival berlangsung. Pelepasan balon ini bukan sekadar tontonan, melainkan memiliki makna mendalam bagi para peserta.

Pelepasan balon udara tersebut melambangkan harapan dan doa yang dilangitkan oleh masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati hari besar keagamaan yang dirayakan umat Buddha di seluruh dunia.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, perayaan Waisak di Magelang selalu diintegrasikan dengan kekayaan budaya setempat. Hal ini menunjukkan harmoni antara aspek keagamaan dan pelestarian tradisi lokal.

"Perayaan Hari Raya Waisak tahun 2570 BE di Magelang mendapatkan sentuhan budaya yang kental melalui penyelenggaraan Festival Balon Ngawen," demikian pernyataan yang disampaikan mengenai rangkaian kegiatan tersebut.

"Sebanyak 25 balon udara tradisional dilepaskan ke angkasa sebagai bagian dari festival tersebut," sebagaimana disebutkan dalam rangkuman kegiatan yang dilaksanakan di area Candi Ngawen.

"Pelepasan balon ini melambangkan harapan dan doa yang dilangitkan dalam rangka memperingati hari besar keagamaan itu," ujar salah satu penyelenggara mengenai makna simbolis dari ritual penerbangan balon.