INFOTREN.ID - Peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memasuki babak baru di persidangan. Sersan Dua Edi Sudarko, prajurit TNI yang bertugas di Badan Intelijen Strategis (BAIS), memberikan kesaksian di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (13/5) mengenai motif di balik serangan tersebut.
Aksi penyiraman ini diduga kuat dipicu oleh kekesalan Edi Sudarko terhadap sikap Andrie Yunus saat mengikuti rapat tertutup pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) TNI bersama DPR pada Maret 2025. Edi merasa tersulut emosi atas interupsi yang dilakukan oleh Andrie dan Koalisi Masyarakat Sipil Sektor Keamanan.
Edi Sudarko menjelaskan bahwa rasa kesalnya muncul setelah melihat rekaman video aksi Andrie Yunus dalam rapat tersebut. Ia merasa harga diri TNI telah terinjak-injak oleh perilaku aktivis KontraS itu.
"Saya merasa kesal melihat dalam video tersebut Andrie Yunus bersifat arogan, overacting, tidak punya sopan santun. Saya menganggap itu menginjak-injak harga diri TNI," ujar Edi saat pemeriksaan, Dikutip dari CNN Indonesia.
Setelah insiden tersebut, Edi mengungkapkan keinginannya untuk membalas tindakan Andrie kepada rekan satu kamarnya, Terdakwa II, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi. Keinginan ini disampaikan Edi setelah selesai melaksanakan Salat Zuhur berjamaah di Masjid Al Ikhlas pada Senin, 9 Maret 2026.
Oditur Militer II-07 Jakarta kemudian menanyakan detail percakapan tersebut kepada Edi Sudarko. Edi mengonfirmasi bahwa ia menyampaikan perasaannya kepada Terdakwa II mengenai rasa tidak suka terhadap Andrie Yunus.
"Siap pada Senin 9 Maret (2026), waktu itu kami habis selesai Salat Zuhur jemaah di Masjid Al Ikhlas," kata Edi, menjawab pertanyaan Oditur tentang kapan ia menyampaikan perasaannya.
Tanggapan dari Terdakwa II atas curahan hati Edi pun diungkapkan dalam sidang. Edi menyebutkan bahwa rencana aksi akan dibahas lebih lanjut di kemudian hari.
"Siap waktu itu Terdakwa II menyampaikan nanti dibahas di mes," jawab Edi, Dikutip dari CNN Indonesia.