INFOTREN.ID - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara pribadi memimpin penyambutan rombongan Biksu Thudong yang tengah melaksanakan perjalanan spiritual lintas negara bertajuk 'Walk for Peace'. Acara penyambutan ini dilaksanakan di pelataran Masjid Al Falah yang berlokasi di Jalan Kaligawe, Genuk.
Peristiwa penyambutan ini terjadi pada hari Minggu, 24 Mei 2026, sekitar pukul 21.17 WIB, sesuai dengan waktu publikasi berita tersebut. Momen ini menjadi sorotan karena pemilihan lokasi yang sangat simbolis dan sarat makna bagi kerukunan umat beragama di Ibu Kota Jawa Tengah.
Masjid Al Falah dipilih secara sengaja sebagai titik singgah dan lokasi penyambutan resmi oleh pemerintah kota. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk menampilkan simbol kuat mengenai keharmonisan dan upaya pembangunan jembatan antarperbedaan keyakinan yang diusung Kota Semarang.
Dilansir dari Detikcom, Wali Kota Agustina Wilujeng menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh anggota rombongan biksu tersebut. Beliau menekankan pentingnya energi kedamaian yang dibawa oleh para biksu dalam perjalanan spiritual mereka.
"Saya ingin bertemu langsung dengan panjenengan semua untuk menyerap energi kedamaian yang dibawa dalam perjalanan ini. Kehadiran rombongan ini membawa kekuatan dan semangat tersendiri bagi gerakan 'Semarang Damai' yang terus kita gaungkan," ujar Agustina Wilujeng, Wali Kota Semarang.
Lebih lanjut, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa misi perdamaian dunia yang diemban oleh rombongan biksu ini sangat sejalan dengan jati diri warga Kota Semarang. Toleransi di kota tersebut tercermin kuat melalui filosofi lokal yang dikenal sebagai Warak Ngendog.
Filosofi Warak Ngendog sendiri mengajarkan tentang pentingnya persatuan antara berbagai etnis dan agama demi mewujudkan kedamaian kota yang nyata. Hal ini terlihat dari dukungan seluruh umat beragama terhadap tradisi lokal seperti perayaan Dugderan hingga pawai Ogoh-Ogoh.
Tingginya kesadaran toleransi di wilayah Semarang juga diperkuat oleh peran aktif dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). FKUB ini diketahui bergerak secara inklusif hingga mencapai tingkat kecamatan di seluruh wilayah kota.
Di tengah dinamika Semarang sebagai kota metropolitan yang terus berkembang pesat, Wali Kota Agustina berkomitmen penuh untuk terus merawat dan menjaga ruang sosial agar tetap aman, sejuk, dan saling menghormati antarwarga.