INFOTREN.ID - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), yang lebih dikenal dengan nama dagang Mitratel, baru-baru ini sukses memperoleh fasilitas pendanaan substansial dari salah satu institusi perbankan internasional terkemuka. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat portofolio bisnisnya melalui investasi yang bertanggung jawab.

Sumber dana segar tersebut berhasil diamankan melalui mekanisme yang spesifik, yaitu skema Green Trade Loan. Penggunaan instrumen keuangan ini secara eksplisit menunjukkan fokus Mitratel terhadap praktik bisnis yang mengedepankan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Fasilitas kredit yang berhasil didapatkan oleh Mitratel ini memiliki nilai nominal yang cukup besar, yakni mencapai Rp500 miliar. Jumlah dana ini diproyeksikan akan menjadi katalisator penting bagi operasional perusahaan ke depan.

Perolehan pendanaan ini diposisikan sebagai langkah strategis yang krusial bagi Mitratel. Tujuannya adalah untuk memperkuat pijakan perusahaan dalam lanskap infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang pesat di tingkat nasional.

Dana sebesar Rp500 miliar tersebut akan dialokasikan untuk mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga mengusung prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tren global menuju ekonomi hijau.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, perolehan dana segar ini merupakan bukti nyata upaya Mitratel untuk mengintegrasikan aspek lingkungan (Environment, Social, and Governance/ESG) ke dalam strategi pendanaan korporat mereka.

"PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau yang lebih dikenal sebagai Mitratel, telah berhasil mengamankan fasilitas pendanaan signifikan dari sektor perbankan internasional," ujar perwakilan perusahaan, menggarisbawahi pencapaian pendanaan tersebut.

Lebih lanjut, fasilitas kredit yang diperoleh Mitratel ini memiliki nilai total mencapai Rp500 miliar, menegaskan besarnya dukungan yang diberikan oleh mitra perbankan internasional dalam visi keberlanjutan Mitratel.

"Perolehan dana ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi perusahaan di pasar infrastruktur telekomunikasi nasional," tegas perwakilan tersebut, merinci tujuan utama dari suntikan modal ini.