INFOTREN.ID - Kepolisian Resort Batu telah mengambil langkah tegas dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di wilayah mereka. Institusi penegak hukum tersebut secara resmi menetapkan seorang pria berinisial WS (41) sebagai tersangka dalam kasus ini.

WS, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang cilok di daerah Kasembon, Malang, diduga kuat terlibat dalam tindakan penganiayaan berat terhadap istrinya sendiri, NK (41). Penetapan tersangka ini menjadi puncak dari serangkaian proses penyelidikan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.

Peristiwa kriminal yang menjadi sorotan publik ini diketahui terjadi pada pertengahan bulan Januari 2026. Kasus ini menarik perhatian karena melibatkan dugaan kekerasan dalam lingkup rumah tangga yang dipicu oleh isu kecurigaan antar pasangan suami istri tersebut.

Dikutip dari HOTNEWS.ID, tindakan nekat yang diduga dilakukan oleh WS terjadi sesaat setelah ia kembali dari rutinitas hariannya mencari nafkah. Hal ini menunjukkan bahwa konflik tersebut meletus di tengah suasana rumah tangga yang seharusnya kondusif.

Kronologi kejadian mulai terungkap secara mendalam setelah penyidik dari Polres Batu melakukan pendalaman kasus secara intensif. Proses penyelidikan ini bertujuan untuk mengurai benang kusut penyebab terjadinya dugaan tindak pidana tersebut.

Menurut hasil pendalaman, awal mula permasalahan yang berujung pada dugaan penganiayaan tersebut dipicu oleh kecurigaan yang berkembang di antara pasangan tersebut. Kecurigaan ini menjadi detonator utama bagi terjadinya insiden kekerasan tersebut.

"Kepolisian Resort Batu secara resmi telah menetapkan WS (41), seorang pedagang cilok asal Kasembon, Malang, sebagai tersangka," Dikutip dari HOTNEWS.ID.

"Penetapan ini dilakukan setelah WS diduga kuat melakukan tindakan penganiayaan berat terhadap istrinya sendiri, NK (41)," Dikutip dari HOTNEWS.ID.

Awal mula permasalahan muncul ketika WS pulang ke rumah setelah seharian berjualan cilok di lokasi yang berbeda. Momen kepulangan inilah yang diduga menjadi titik balik di mana kecurigaan tersebut memuncak menjadi aksi kekerasan.