INFOTREN.ID - Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, menunjukkan respons emosional yang mendalam saat acara penutupan Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 yang berlangsung di Mojokerto, Jawa Timur. Momen tersebut terjadi ketika beliau tengah menyampaikan pidatonya di hadapan seluruh peserta konferensi.
Pemicu utama kesedihan yang melanda Menteri Jumhur adalah munculnya kritik dan cibiran terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beliau mengungkapkan keprihatinan mendalam melihat program yang sejatinya memiliki tujuan mulia justru menjadi sasaran kritik dari sebagian kalangan masyarakat.
"Orang yang lapar dikasih makan, Anda cerca, jangan dong, nggak boleh," ungkap Menteri Jumhur Hidayat dengan suara bergetar dan berlinang air mata. Pernyataan ini disampaikannya di atas panggung KSI 2026 di Mojokerto, menunjukkan betapa sensitifnya beliau terhadap isu tersebut.
Beliau melanjutkan, "Sorry saya kaya gini sangat sensitif karena saya tahu persis." Ungkapan ini menegaskan bahwa kepedihan yang dirasakannya bukan tanpa alasan, melainkan didasari pemahaman mendalam mengenai urgensi dan manfaat program gizi tersebut.
Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 yang menjadi latar belakang momen emosional ini diselenggarakan di Mojokerto, Jawa Timur. Acara ini merupakan forum penting yang mempertemukan berbagai pihak untuk membahas isu-isu terkait lingkungan dan sungai di Indonesia.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan inisiatif yang dirancang untuk memberikan asupan gizi yang memadai bagi kelompok rentan, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kritik yang dilontarkan terhadap program ini, meskipun tidak dijelaskan secara rinci dalam sumber asli, tampaknya menyentuh aspek yang sangat personal bagi Menteri Jumhur. Beliau merasa bahwa upaya positif ini seharusnya mendapatkan dukungan, bukan justru dicela.
Meskipun detail mengenai bentuk kritik terhadap program MBG tidak diuraikan, kesedihan Menteri Jumhur Hidayat menjadi bukti betapa beliau menaruh perhatian besar pada keberhasilan program-program sosial yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.
Peristiwa ini terjadi pada saat penutupan Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 di Mojokerto, di mana para peserta berkumpul untuk menyimak pidato penutupan dari para pejabat, termasuk Menteri Lingkungan Hidup.