INFOTREN.ID - Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, angkat bicara mengenai maraknya aksi pembegalan yang meresahkan masyarakat di wilayah Jawa Barat. Pandangannya ini muncul sebagai respons terhadap usulan sebelumnya yang diajukan oleh Gubernur Jawa Barat.
Pernyataan Menko Kumham Imipas tersebut secara spesifik menyoroti inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sebelumnya melontarkan gagasan mengenai penyelenggaraan sayembara untuk penangkapan pelaku kejahatan jalanan tersebut.
"Menko Kumham Imipas secara tegas mengarahkan agar jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengambil langkah konkret," demikian inti dari arahan yang disampaikan.
Langkah konkret yang dimaksud adalah peningkatan intensitas patroli kepolisian di berbagai area yang telah teridentifikasi sebagai titik rawan terjadinya aksi kejahatan jalanan. Fokus utama adalah pencegahan melalui kehadiran aparat.
Gagasan patroli yang lebih intensif ini dianggap sebagai strategi yang lebih efektif dalam memberantas tindak pidana pembegalan dibandingkan dengan mekanisme sayembara.
Peningkatan patroli ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku dan mengurangi kesempatan terjadinya aksi kejahatan. Kehadiran polisi yang masif di titik rawan menjadi prioritas utama.
"Beliau meminta agar patroli ditingkatkan secara intensif di berbagai area yang telah teridentifikasi sebagai zona rawan aksi kejahatan jalanan tersebut," demikian kutipan yang menjelaskan fokus strategi tersebut.
Strategi ini menekankan pada upaya preventif melalui pengawasan yang ketat oleh pihak kepolisian di wilayah-wilayah yang rentan terhadap aksi pembegalan.
Dikutip dari BISNISMARKET.COM, pandangan Menko Kumham Imipas ini menawarkan perspektif yang berbeda dalam penanganan masalah keamanan publik yang mendesak.