INFOTREN.ID - Memahami jadwal perayaan Hari Raya Galungan merupakan hal penting bagi umat Hindu, khususnya di Bali, untuk mempersiapkan rangkaian ritual keagamaan. Galungan dirayakan untuk memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan) dalam diri manusia dan alam semesta.
Perayaan besar ini tidak mengikuti kalender Masehi, melainkan berdasarkan perhitungan kalender Saka yang digunakan secara tradisional di Bali. Oleh karena itu, penentuan waktu pastinya memerlukan perhitungan khusus berdasarkan pedoman keagamaan yang berlaku.
Kapan tepatnya umat Hindu akan merayakan Galungan pada tahun 2026 mendatang? Menurut perhitungan yang ada, Hari Raya Galungan diprediksi akan jatuh pada hari Rabu, 18 Maret 2026.
Momen ini menandai puncak perayaan yang didahului oleh berbagai ritual persiapan yang khusyuk. Rangkaian upacara ini memiliki makna mendalam mengenai keseimbangan spiritual dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu.
Terkait dengan hal tersebut, salah satu sumber informasi mengenai kalender Bali menyampaikan bahwa perhitungan pastinya telah ditetapkan. "Jadwal lengkap Hari Raya Galungan tahun 2026 jatuh pada hari Rabu Pon, wuku Dungulan," disampaikan oleh salah satu sumber terpercaya yang memahami perhitungan kalender tersebut.
Rangkaian upacara menjelang Galungan dimulai dengan penyajian sesajen dan pembersihan diri, yang puncaknya adalah hari penampahan. Hari penampahan ini merupakan persiapan terakhir sebelum perayaan utama keesokan harinya.
Setelah Galungan, umat Hindu akan merayakan Hari Raya Kuningan, yang biasanya jatuh sepuluh hari setelahnya. Kuningan dianggap sebagai hari kembalinya para Dewa ke Kahyangan setelah turun ke Bumi saat Galungan.
Adapun rangkuman lengkap rangkaian upacara yang menyertai perayaan Galungan dan Kuningan mencakup beberapa tahapan penting. Tahapan ini meliputi upacara Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Penampahan, hingga Hari Raya Galungan itu sendiri.
Dilansir dari sumber yang mengulas kalender Bali, terdapat penjelasan mengenai makna filosofis di balik perayaan ini. "Makna dari Galungan adalah kemenangan atau perang yang dilakukan oleh para dewa melawan adharma, yang kemudian dirayakan oleh umat manusia sebagai kemenangan dharma," ujar sumber tersebut.