INFOTREN.ID - Membeli rumah perdana merupakan pencapaian finansial krusial bagi banyak keluarga di Indonesia. Namun, kegembiraan ini seringkali dibayangi oleh potensi risiko penipuan dari pihak pengembang properti yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai langkah antisipatif, pembeli diimbau untuk memprioritaskan upaya verifikasi dan mitigasi risiko sebelum tergiur oleh penawaran yang menggiurkan. Proses investasi properti harus dimulai dengan kehati-hatian ekstra, terlepas dari kemudahan yang ditawarkan untuk mendapatkan fasilitas KPR.
Langkah awal yang fundamental adalah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap aspek legalitas proyek perumahan yang dituju. Hal ini mencakup validitas perizinan proyek yang sedang ditawarkan kepada publik.
Calon pembeli wajib memastikan bahwa developer telah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang resmi dan berlaku. Jika bangunan sudah berdiri, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) juga harus diperiksa keberadaannya.
Aspek yang lebih mendesak adalah menelusuri status Hak Atas Tanah (HAT) yang diklaim oleh pengembang. Status kepemilikan tanah ini harus jelas, baik itu berupa Hak Milik (SHM) maupun Hak Guna Bangunan (HGB) yang diperuntukkan secara spesifik untuk kawasan perumahan.
Permasalahan terkait legalitas tanah seringkali menjadi sumber utama perselisihan di masa depan. Sengketa tanah ini bahkan dapat terjadi meskipun proses akad kredit melalui Bank sudah rampung dilaksanakan.
"Sebelum Anda terpikat oleh brosur indah atau janji kemudahan mendapatkan Cicilan Rumah Murah, langkah verifikasi dan mitigasi risiko harus menjadi prioritas utama dalam proses Investasi Properti Anda," ujar seorang konsultan properti dan analis KPR yang fokus pada keamanan transaksi.
"Permasalahan legalitas tanah adalah akar dari banyak sengketa di kemudian hari, bahkan setelah Anda melakukan akad kredit melalui KPR Bank," tambahnya.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, fokus utama para profesional di bidang ini adalah memastikan bahwa setiap transaksi yang dilakukan oleh konsumen berjalan aman dan terhindar dari kerugian finansial.