INFOTREN.ID - Sebuah inovasi signifikan di sektor adaptive wear kini mencuri perhatian publik, lahir dari kreativitas mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Inisiatif ini berfokus pada pengembangan solusi pakaian dalam yang lebih inklusif bagi segmen masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Kelima mahasiswi yang berasal dari program studi Bisnis Kreatif UI menjadi motor penggerak di balik terobosan teknologi fashion ini. Mereka berhasil merancang sebuah produk yang mengatasi tantangan spesifik dalam berpakaian sehari-hari.
Produk inovatif yang mereka namakan "Rekat" ini merupakan jenis adaptive wear berupa bra tanpa kawat yang didesain ulang secara fungsional. Fitur utamanya adalah penggunaan sistem pengunci magnetik yang terletak di bagian depan (front magnetic interlock).
Tujuan utama dari pengembangan bra Rekat ini adalah untuk menghilangkan hambatan yang kerap dialami oleh lansia dan penyandang disabilitas. Kesulitan dalam mengaitkan penutup bra konvensional di bagian belakang kini dapat diatasi dengan mudah.
Ide brilian ini ternyata bermula dari penugasan akademik yang diberikan saat mereka memasuki semester keenam perkuliahan. Gagasan tersebut kemudian berkembang pesat dan memperoleh dukungan penuh dari pihak akademik.
Dukungan tersebut datang langsung dari dosen pembimbing mereka, Baskoro, yang melihat potensi besar dari desain tersebut untuk diaplikasikan secara nyata. Desain Rekat secara cermat menargetkan individu dengan berbagai keterbatasan fisik.
Secara spesifik, produk ini dirancang untuk membantu mereka yang mengalami keterbatasan motorik, gangguan saraf, bahkan mereka yang menyandang kondisi autoimun. Fokusnya adalah meningkatkan kemandirian pengguna saat berpakaian.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, terobosan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pendidikan tinggi dan kebutuhan sosial dapat menghasilkan solusi praktis yang berdampak positif bagi kualitas hidup masyarakat.